Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Gerakan Sejuta Cangkir Flores Siap Temani Tour de Flores

Selasa 04 Jul 2017 13:03 WIB

Red: Gita Amanda

Peserta Tour De Flores 2016

Peserta Tour De Flores 2016

Foto: Republika / Darmawan

REPUBLIKA.CO.ID, FLORES -- Event sport tourism skala internasional sekelas Tour de Flores (TdF) 2017 ini tampaknya bakal semakin seru. Selain bisa berpetualang di destinasi kelas dunia dari ujung timur Larantuka sampai ke barat Labuan Bajo, ada juga gerakan "Sejuta Cangkir Kopi Flores" yang siap menemani.

Gerakan ini akan dimulai usai etape terakhir di Labuan Bajo, Rabu, 19 Juli 2017, pukul 14.00 WITA. Bagi yang hobi minum kopi, jangan lewatkan acara ini. Sebab Flores selain istimewa dalam destinasi alam dan budaya, juga penghasil kopi yang berkarakter punya aroma kuat dan khas.

Satu juta warga Flores, dari Larantuka hingga Labuan Bajo, akan serentak menyeruput kopi Flores yang terkenal gurih ini. "Ada delapan kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang siap menggelar kegiatan Gerakan Sejuta Cangkir Kopi Flores, pada Rabu, 19 Juli 2017,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marius Ardu Jelamu, Senin (3/7).

Kedelapan kabupaten yang dimaksud Marius adalah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka dan Flores Timur. Satu kabupaten lainnya yakni Kabupaten Lembata yang berada di ujung Pulau Flores juga sudah stand by. Bila oke, Lembata akan ikut dimasukkan ke dalam daftar kabupaten yang ikut menggelar Gerakan Sejuta Cangkir Kopi.

Gerakan Secangkir Kopi ini dibuat khusus di tengah TdF lantaran sejumlah daerah di Flores khususnya Bajawa (Kabupaten Ngada), Manggarai, Boawae (Kabupaten Nagekeo), dan Lio (Kabupaten Ende) adalah sentra produksi kopi jenis robusta dan arabica. Selama ini kopi Flores dibeli oleh pedagang untuk dijual di Bali dan Jawa. Bahkan sebagian ada juga yang diekspor ke luar negeri dengan merek kopi Bali dan kopi Jawa.

Pascakemenangan kopi Flores Manggarai di ajang Indonesia Cupping Contest 2015 lalu, kopi arabika Flores pernah diundang mewakili Indonesia untuk berpameran di Boston. Bahkan di sejumlah negara, kopi Flores merajai omzet penjualan kafe. Sejumkah kafe di Jerman bahkan ikut menyajikan profil kopi arabika Flores, lengkap dengan foto-foto petaninya.

”Kopi Flores sangat ngehits di luar negeri tapi tenggelam di negeri sendiri. Itu sebabnya kami create acara ini,” ujar Marius.

Sejauh ini ada dua varian utama jenis kopi arabika yang telah dikenal. Pertama Arabika Flores Bajawa kemudian satunya lagi Arabika Flores Manggarai. Kombinasi keduanya memberikan ciri dan kualitas tertentu produk itu. "Kalau disatukan di Tour de Flores bakal makin dahsyat. Publikasi dan pemberitaannya bisa makin mendunia," ujarnya

Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung sumringah. Cara kreatif ini, diyakini bakal cepat mengorbitkan seluruh potensi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke level dunia. "Saya setuju dengan side event seperti Gerakan Sejuta Cangkir Kopi tersebut. Lokal konten juga ikut diangkat. Impactnya pasti akan sangat dahsyat," ujar Arief Yahya.

Ucapan Menpar Arief Yahya bukan tanpa dasar. Sport event, atau sport tourism itu direct impact dan media value yang sangat besar. Sebanyak 60 persen dari wisatawan mancanegara (wisman) yang terlibat di sport event itu biasanya menjadi repeater, mereka datang lagi sebagai wisman.

“Setidaknya ada dua manfaat penting yang dapat kita dapatkan dari Tour de Flores. Yang pertama infrastruktur daerah setempat akan lebih maju. Yang kedua adalah perkenalkan dan promosikan destinasi wisata dan kopi Flores,” ujarnya.

sumber : Kemenpar
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA