Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Anak Terpapar Obrolan Serius Tingkatkan Kemampuan Nonverbal

Jumat 03 May 2019 12:55 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Christiyaningsih

Ibu dan anak (ilustrasi)

Ibu dan anak (ilustrasi)

Foto: Boldsky
Sesekali mengajak anak berbincang masalah orang dewasa bisa bermanfaat

REPUBLIKA.CO.ID, YORK -- Berdialog dengan anak-anak mungkin hanya sebatas dunia anak seperti kartun favorit atau superhero kesukaan. Namun, sesekali berbincang mengenai masalah orang dewasa di depan anak-anak ternyata juga merupakan hal yang bermanfaat.

Baca Juga

Dilansir Science Daily, para peneliti mendapati temuan mengenai keterkaitan antara anak-anak kecil yang terpapar dengan pembicaraan orang dewasa dan kemampuan nonverbal. Anak-anak kecil itu cenderung memiliki keterampilan kognitif yang lebih baik.

Studi baru ini dipimpin oleh para peneliti di University of York. Mereka mengidentifikasi hubungan antara anak-anak yang mendengar banyak pembicaraan orang dewasa dan kemampuan nonverbal mereka seperti penalaran, berhitung, dan kesadaran bentuk.

Para peneliti memperoleh wawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang kehidupan rahasia anak-anak pra sekolah. Mereka memasang perekam audio kecil ke pakaian anak-anak berusia dua hingga empat tahun.

Pengalaman sebanyak 107 anak-anak dan interaksinya dengan orang tua dan pengasuh lainnya dicatat di lingkungan rumah. Studi itu dilakukan tiga hari selama 16 jam per hari.

Orang tua juga diminta menyelesaikan kegiatan dengan anak-anak mereka. Tugas-tugas itu melibatkan tugas menggambar, menyalin, dan mencocokkan. Mereka dirancang untuk menguji kemampuan kognitif anak mereka.

Penulis utama studi ini, mahasiswa PhD dari Departemen Pendidikan Universitas York, Katrina d'Apice mengatakan penggunaan perekam audio memungkinkan mempelajari interaksi kehidupan nyata antara anak-anak dan keluarga mereka. Analisis tentunya dengan cara yang tidak mencolok dalam lingkungan rumah dari pada pengaturan laboratorium.

"Kami menemukan jumlah kata-kata yang diucapkan orang dewasa dan didengar anak-anak secara positif terkait dengan kemampuan kognitif mereka,” kata d'Apice. Namun demikian, dia menyebut penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi alasan di balik tautan ini.

Hal tersebut membuat terjadinya beberapa kemungkinan seperti paparan bahasa yang lebih besar memberikan lebih banyak kesempatan belajar bagi anak-anak. Lalu bisa juga terjadi anak-anak yang lebih cerdas membangkitkan lebih banyak kata-kata dari orang dewasa di lingkungan mereka.

Para peneliti juga menemukan wicara orang dewasa yang berkualitas tinggi mungkin memiliki manfaat bagi perkembangan linguistik anak-anak. Sebab, anak-anak dalam penelitian yang berinteraksi dengan orang dewasa yang menggunakan kosakata yang beragam tahu lebih banyak variasi kata sendiri.

Studi ini juga menganalisis rekaman untuk melihat dampak gaya pengasuhan yang berbeda terhadap perilaku anak-anak. Katrina d'Apice dan rekan-rekannya menemukan pengasuhan positif, di mana orang tua responsif dan mendorong eksplorasi dan ekspresi diri. Hal ini dikaitkan dengan anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda perilaku gelisah, agresif, dan tidak taat.

Penulis senior dalam studi ini dari Departemen Pendidikan di University of York, Sophie von Stumm, mengatakan penelitian ini adalah pengamatan naturalistik terbesar dari lingkungan rumah awal kehidupan sampai saat ini. "Kami menemukan jumlah kata-kata dewasa yang diucapkan anak-anak yang terpapar sangat bervariasi di dalam keluarga. Beberapa anak mendengar dua kali lebih banyak kata pada satu hari seperti yang mereka lakukan pada hari berikutnya,” kata dia.

Dia melanjutkan studi ini menyoroti pentingnya memperlakukan pengalaman kehidupan awal sebagai entitas yang dinamis dan dapat berubah daripada statis. Pendekatan penelitian dengan cara tersebut akan membantu kita untuk memahami interaksi antara pengalaman lingkungan dan perbedaan anak-anak dalam pembangunan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA