Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Ini yang Dicari Predator Anak Saat Anda Unggah Foto Si Kecil

Kamis 25 Apr 2019 14:45 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Christiyaningsih

Balita sehat, anak bergaya (ilustrasi).

Balita sehat, anak bergaya (ilustrasi).

Foto: Dok Pibadi.
Foto anak berpakaian dalam atau pakaian renang paling disukai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Predator anak zaman sekarang menebar banyak ancaman di dunia maya. Menurut Eric Cash, pensiunan Satuan Tugas Kepolisian Queensland Australia yang khusus menyelidiki kasus pedofilia, foto anak berpakaian dalam atau pakaian renang paling disukai.

Setiap harinya Cash bertugas menemukan anak-anak korban pelecehan seksual dan menyelamatkan mereka dari bahaya. Lebih dari satu dekade Cash harus melihat gambar-gambar mengerikan yang dikumpulkan lalu diedit para predator anak.

"Gambar-gambar seperti itu menghantui saya setiap hari. Ada saat di mana saya secara fisik memukul kepala saya sendiri untuk melupakannya," kata Cash dilansir Kidspot, Kamis (25/4).

Cash mengatakan ada satu foto menyedihkan yang selalu diingatnya hingga saat ini. Seorang bayi enam bulan hanya mengenakan popok berbaring dengan senyum malaikatnya. Foto itu kemudian diedit di mana seorang pria tanpa busana mendekati bayi tersebut. "Anak itu terlihat seperti bayi saya, bayi siapa saja pada umumnya," kata Cash.

Predator anak menilai foto berdasarkan potensi erotisnya. Orang tua penting menyadari dan menjaga anak-anak mereka dari pandangan predator daring.

Cash memperingatkan orang tua lebih berhati-hati memosting foto si kecil. Foto anak sedang mandi, tanpa busana, pakaian renang, jelas tidak boleh diposting. Komunitas yang tidak bertanggung jawab ini bisa meng-overlay komentar-komentar cabul sehingga foto itu bisa menjadi meme foto pedofil.

Foto anak dari kalangan selebritas di media sosial juga komoditas berharga pedofil. Foto-foto tersebut menjadi platform mereka untuk berimajinasi, berfantasi, dan berperilaku cabul. Cash menemukan banyak grup pedofil di Facebook dengan ribuan pengikut.

"Grup tertutup ini memosting foto anak-anak yang masih kecil. Kebanyakan diambil dari negara-negara seperti Thailand dan Vietnam. Tunggu sampai kalian melihat komentar-komentarnya," kata Cash.

Bagaimana orang tua bisa melindungi anaknya di dunia maya? Erin menyarankan orang tua menilai setiap foto dengan cermat sebelum membagikannya di internet.

Pertama, apa ada cukup ruang menempatkan gambar lain ke dalam foto anak? Kedua, apakah anak berpakaian terbuka?

Ketiga, apakah laman media sosial Anda terbuka untuk publik atau privat? Jika terbuka untuk publik, pedofil semakin mudah menyimpan foto anak Anda. Keempat, bagaimana pose anak Anda dalam foto? Pose muka bebek atau pose bergaya centil misalnya sering dimanfaatkan situs-situs predator anak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA