Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Jadi Orang Tua yang Bekerja itu Menguntungkan, Ini Alasannya

Jumat 15 Feb 2019 19:27 WIB

Red: Gita Amanda

Ibu bekerja. (Ilustrasi)

Ibu bekerja. (Ilustrasi)

Foto: projecteve
Keterbatasan waktu membuat quality time dalam keluarga semakin berkualitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah menikah dan mempunyai anak, salah satu pasangan mungkin harus mengalah dan merelakan pekerjaannya demi mengurus anak di rumah. Namun, tak sedikit pula yang memilih untuk menjadi working parents (orangtua yang bekerja) karena kondisi finansial yang kurang memadai.

Terlebih lagi saat dihadapkan berbagai harga kebutuhan pokok yang semakin mahal. Namun di sisi lain memang terasa berat karena harus meninggalkan sang buah hati dan juga berbagai pekerjaan rumah yang seolah tidak ada habisnya.

Baca Juga

Faktanya, menjadi working parents juga tidak merugikan, bahkan menguntungkan. Berikut keuntungan yang jadi alasan kenapa jika pasangan suami istri memutuskan untuk menjadi working parents itu menguntungkan seperti dikutip dari Cermati.com:

1. Kondisi finansial keluarga aman dan terjaga

Harga kebutuhan pokok semakin hari makin mahal. Jika salah satu pasangan berhenti bekerja, kemungkinan besar kebutuhan keluarga tidak dapat terpenuhi. Bahkan bisa-bisa berujung gali lubang tutup lubang, pinjam uang sana-sini.

Tapi sebaliknya, finansial akan terjaga dengan baik apabila keduanya bekerja. Tidak hanya memenuhi kebutuhan utama sehari-hari saja, tapi juga bisa menabung dan berinvestasi untuk masa depan anak.

Ketika anak tumbuh dewasa, sebagai orang tua juga tidak perlu khawatir mengenai biaya ini dan itu, karena semua biaya sudah disiapkan sejak awal. Sehingga anak pun bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

2. Melatih kerja sama dan kekompakan antara suami dan istri

Banyak tantangan yang dihadapi ketika menjadi orang tua dan memutuskan untuk bekerja sambil membesarkan anak. Tapi, keputusan ini justru melatih untuk bisa bekerja sama dan menjaga kekompakan sebagai orang tua.

Agar kedua peran ini dapat berjalan seimbang, lakukan pembagian tugas secara adil. Misalnya, ayah mengajak anak bermain, sedangkan ibu memasak dan membersihkan rumah.

Bagi tugas menurut keahlian masing-masing. Agar tidak cepat bosan, suami dan istri bisa saling bertukar peran. Bicarakan hal ini baik-baik untuk menghindari salah paham dan porsi tugas yang tidak seimbang.

3. Meningkatkan tanggung jawab

Selain urusan kantor, orang tua juga harus bertanggung jawab untuk urusan rumah, termasuk anak. Berhubung karena menyeimbangkan keduanya tidak mudah, suami dan istri harus saling mengerti kondisi salah satu pihak.

Jangan ragu untuk menyelesaikan tugas istri jika istri merasa capek, begitu juga sebaliknya. Selesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab. Jika tanggung jawab kecil berhasil diselesaikan dengan baik, sebagai orang tua yang baik pasti mampu mengemban tugas dengan porsi tanggung jawab yang lebih besar.

4. Bisa mendekatkan hubungan orang tua dan anak

Dengan keduanya bekerja, maka ada keterbatasan waktu yang dihabiskan bersama anak. Nah, ketika bekerja, anak dan orang tua sama-sama ingin menghabiskan waktu bersama dan ini sebuah kebersamaan yang berkualitas.

Porsi kasih sayang anak tidak akan terbagi jika orangtua mau bekerja sama untuk mengurus anak. Tidak hanya itu, hubungan anak dan orang tua juga bisa semakin dekat, sehingga anak tidak takut untuk bercerita kepada orang tua, baik mengenai sekolah, teman-teman, maupun kehidupan pribadi si anak.

Sekat yang memisahkan orang tua dan anak, seperti umur, jabatan, dan tanggung jawab harus dikikis secara perlahan. Jadilah teman yang baik agar anak semakin nyaman untuk membagikan kisah hidupnya kepada orang tua.

5. Melatih dan mengembangkan keterampilan baru sebagai orang tua

Baik suami atau istri, keduanya boleh saja hebat dalam urusan karier. Namun, belum tentu hebat dalam urusan rumah tangga. Dengan working parents, orang tua dapat melatih skill baru yang sama sekali tidak didapatkan di kantor karena keduanya punya waktu terbatas akibat kerja, sehingga berbagi tugas pekerjaan rumah.

Tidak hanya di rumah, skill tersebut juga bermanfaat ketika berada di mana saja, seperti di kantor misalnya. Ketika ruangan kantor kotor, Anda dapat membersihkannya sendiri tanpa harus memanggil office boy.

6. Punya waktu berkualitas

Ketika keduanya bekerja, maka waktu di rumah akan sangat terbatas. Hal ini akan membuat anak lebih suka menghabiskan waktu di rumah daripada di luar, apalagi saat orang tua sedang libur.

Keterbatasan waktu membuat quality time dalam keluarga semakin berkualitas. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan waktu berkualitas bersama keluarga, seperti liburan bersama, nonton bioskop, membuat kue, atau main games.

Meskipun kegiatannya sangat sederhana, namun esensi melepas rindunya antara anak dan orang tua akan lebih terasa.

7. Saling menghargai dan mengajari

Suami tidak lebih hebat dari istri, begitu juga istri yang tidak lebih hebat dari suami. Keduanya memiliki derajat yang sama, sehingga harus saling menghargai satu sama lain.

Apabila salah satu mengalami kesulitan untuk mengerjakan tugas, jangan ragu untuk menawarkan bantuan. Selain menghargai, suami dan istri harus saling mengajari. Jika suami tidak pintar memasak, istri bisa mengajarkan cara memasak. Apabila istri belum pulang kerja, suami bisa memasak makan malam yang lezat sehingga meja makan tidak kosong ketika istri pulang nanti.

Terapkan sistem bagi tugas agar keluarga tetap harmonis

Menjadi working parents tidak akan mengurangi keharmonisan rumah tangga, melainkan menambah keharmonisan karena memberikan banyak keuntungan-keuntungan seperti poin-poin di atas. Hanya saja, sebagai orang tua harus bijak saat membagi tugas untuk menghindari adanya pertengkaran, karena salah satu pihak merasa keberatan terhadap tugas yang dibebankan kepadanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA