Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Pangeran George Main Pistol-pistolan, Apa Kata Ahli?

Selasa 12 June 2018 11:43 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Indira Rezkisari

Pangeran George memegang mainan pistol-pistolan ditemani ibunya Kate Middleton, saat menyaksikan pertandingan polo Pangeran William.

Pangeran George memegang mainan pistol-pistolan ditemani ibunya Kate Middleton, saat menyaksikan pertandingan polo Pangeran William.

Foto: AP
Bermain tembak-tembakan merupakan bagian tumbuh kembang anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Foto Pangeran George bermain bersama Putri Charlotte dan ibunya, the Duchess of Cambridge, memicu kontroversi. Pasalnya, George terpotret sedang bermain tembak-tembakan. Tidak semua warganet menyukai pilihan permainannya itu.

Duke of Cambridge atau Pangeran William bermain di Maserati Royal Charity Polo Trophy di Beaufort Polo Club di Tetbury, Gloucestershire, Ahad sore (10/6). Dalam foto dari acara itu, tampak Pangeran George bermain dengan pistol mainan, pisau, dan borgol. Sang pangeran diketahui gandrung permainan seputar kepolisian, tak heran kalau mainannya tidak jauh dari pistol-pistolan.

Meskipun demikian, gambar-gambar itu kemudian memicu perdebatan di Twitter dengan banyak yang menyebut keputusan untuk membiarkan Pangeran George bermain dengan pistol mainan dianggap mengecewakan. "Sungguh sedih melihat George bermain dengan pistol ketika seluruh negara memiliki situasi kejahatan dengan senjata atau pisau," tulis satu orang.

Komentar lain menyebutkan, "Kupikir dia anak yang sensitif. Lebih baik jika dia terlihat bermain dengan mobil mainan atau sepak bola. Sayangnya, para bangsawan tidak akan pernah berubah."

Kemudian, yang lain menambahkan, "Tidak ada anak di zaman ini yang harus melihat senjata apa pun sebagai mainan yang menyenangkan. Ini terlihat terlalu nyata."

Baca juga: Rahasia Ramping Kate Middleton Setelah Melahirkan

Namun, menurut beberapa ahli, jenis permainan kreatif ini diperlukan, dan bahkan dapat terbukti membantu dalam hal perkembangan anak. Sarah Ockwell-Smith, ahli parenting dan penulis The Gentle Discipline Book, mengatakan, ia mengerti mengapa bermain senjata membuat khawatir orang tua. Namun, penelitian menunjukkan bahwa setiap agresi yang ditunjukkan saat terlibat dalam 'permainan perang' tidak terbawa ke dalam kehidupan nyata.

Berpura-pura bermain adalah cara penting bagi anak-anak untuk memahami dunia, dalam zaman ketika senjata menjadi lebih lazim, permainan senjata membantu mereka memproses apa yang mungkin mereka lihat di berita. "Atau bahkan tunduk pada kehidupan nyata dengan cara yang aman," kata Sarah Ockwell-Smith, dilansir dari laman Independent, Selasa (12/6).

Meskipun orang tua membatasi mainan pistol, sangat mungkin anak-anak akan membuat model mereka sendiri, dari sebuah tongkat, misalnya. Untuk alasan ini, dikombinasikan dengan bukti, Sarah tidak melihat masalah dengan membiarkan anak-anak bermain dengan senjata, dan dengan senang hati mengizinkan anak-anaknya sendiri untuk melakukannya.

Di samping itu, pelatih parenting Bea Marshall turut menambahkan, dalam pengalamannya membesarkan putra sendiri, dan juga bekerja dengan keluarga di seluruh dunia, satu hal yang ia pelajari adalah banyak anak akan menemukan cara untuk membuat senjata. Tidak peduli seberapa keras orang tua mencoba untuk menjauhkan senjata dari dunia mereka.

"Tongkat, lego, sendok kayu, dan banyak lagi sering berubah menjadi senjata dan niat di baliknya benar-benar tidak bersalah," ujar Bea Marshall.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES