Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Nama Bayi 'Dicuri,' Kesal atau Bangga?

Jumat 08 Jun 2018 10:24 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Orang tua masa kini cenderung memilih nama yang lebih edgy untuk bayi laki-lakinya.

Orang tua masa kini cenderung memilih nama yang lebih edgy untuk bayi laki-lakinya.

Foto: handinhandparenting.com
Menurut ahli, sebagian ibu merasa tak nyaman ketika nama anaknya dicatut keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ROLers, pernah merasa nama anak Anda dicontoh atau bahkan "dicuri" orang lain, apakah itu kenalan atau anggota keluarga jauh? Lalu, haruskah Anda kesal atau malah bangga? Terapis pernikahan dan keluarga, sekaligus profesor di Pepperdine University Los Angeles, Shannon Kalberg, mengatakan bahwa fenomena ini membuat tidak nyaman sebagian ibu.

"Ini situasi sulit," kata Kalberg, dilansir dari Essential Baby, Jumat (8/6).

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Meski reaksi awal Anda mungkin merasa kesal pada si pencuri nama itu, coba pikirkan kembali matang-matang. Bukankah meniru adalah bentuk lain dari sebuah sanjungan tulus?

"Seseorang tidak bisa memiliki atau 'menabung' nama bayi. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan ketika memutuskan nama bayi Anda adalah merahasiakannya hanya antara Anda dan pasangan. Dengan cara itu, Anda bisa menghindari kerabat atau teman 'mencuri' nama calon bayi Anda," kata Kalberg.

Hal kedua adalah pikirkan nama panggilan khas. Meski nama bayi kalian sama, bisa jadi anak Anda ketika besar dipanggil Jimmy, bukan Jhon. Plus, meski namanya sama, bukankah mereka tumbuh menjadi individu berbeda? Mereka memiliki keunikan sendiri.

Jika Anda masih belum bisa menerima nama anak Anda 'dicuri,' tak ada salahnya bicarakan baik-baik dengan kerabat atau teman Anda. Sampaikan Anda kurang berkenan. Namun, perlu diingat, mungkin saja Anda tidak mendapatkan jawaban yang diharapkan sehingga saran ketiga ini harus benar-benar menjadi pilihan terakhir yang Anda lakukan.

"Ibu yang terluka bisa berbicara langsung ke teman dekat atau kerabatnya dan membiarkan mereka tahu hal itu menyakiti perasaannya. Dia mungkin saja akan menerima permintaan maaf mereka, atau mereka merasa tidak bersalah dan tidak minta maaf sama sekali," kata Kalberg. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Brimob Peringati HUT Ke-73

Rabu , 14 Nov 2018, 20:22 WIB