Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Menyaksikan Insiden Playground MKG, Ini yang Dirasakan Anak

Ahad 29 April 2018 17:40 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Reiny Dwinanda

Anak main ayunan di taman bermain. (Ilustrasi)

Anak main ayunan di taman bermain. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Efek psikologis terbesar akan dirasakan oleh anak yang ditendang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog keluarga dan anak, Anna Surti Ariani, menjelaskan insiden penendangan seorang anak yang tengah bermain ayunan di tempat bermain di Mal Kelapa Gading bisa menimbulkan efek psikologis bagi anak-anak secara umum. Tidak hanya dirasakan korban, efek psikologis juga mungkin melanda anak-anak yang menyaksikan peristwa tersebut.

Demikian pula dengan anak lain yang tidak berada di lokasi tapi mendengar cerita miris tersebut. Akan tetapi, efeknya tentu lebih minimal.

Efek psikologis terbesar akan dirasakan oleh anak yang ditendang. Dia berpotensi memunculkan beragam reaksi. Anak bisa saja menjadi ketakutan ketika melihat laki-laki dewasa dengan perawakan sama seperti orang yang menendangnya atau bisa juga trauma dengan permainan ayunan.

"Dia bahkan dapat merasa takut terhadap playground atau mal," ujar Nina, sapaan akrab Anna, saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (29/4).

Diperlukan pemeriksaan untuk memastikan tingkat efek psikologis. Apabila anak mengalami trauma, ia membutuhkan pendampingan sehingga efek trauma bisa diminimalisir sekecil mungkin.

"Misal, dari trauma ke sosok laki-laki dewasa menjadi takut terhadap laki-laki dewasa yang menunjukkan rasa marah," ungkap Nina.

 

Baca juga: Lakukan Ini Kalau Anak Anda Jadi Korban Insiden Playground

Ketika mata dibalas mata

Anna menjelaskan, selain menimbulkan ketakutan pada anak, insiden penendangan secara tidak langsung mengajarkan hal yang salah kepada anak. Secara sadar atau tidak, kejadian tersebut mengajarkan bahwa "mata harus dibalas dengan mata".

"Padahal, ini hukum purba yang tidak relevan lagi di zaman sekarang," tutur psikolog dari dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia, ini.

Pelajaran lain yang akan ditangkap oleh anak adalah mereka bisa dengan mudah menyakiti orang lain ketika sedang marah. Kesimpulan lain yang mungkin ditarik anak ialah ketika orang lain membuat kesalahan maka mereka harus segera dihukum.

Nina menuturkan, pemahaman atas moral ini akan menjadi bias ketika anak melihat insiden seperti yang terjadi di tempat bermain di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (27/4) lalu.

Saat itu, seorang ayah mendapati anaknya balitanya tersambar bagian belakang ayunan yang tengah dinaiki seorang bocah laki-laki. Dari rekaman CCTV terlihat ayah sang balita membalas dengan menendang punggung bocah laki-laki tersebut.

Tak terima anaknya diperlakukan demikian, orang tua anak laki-laki tersebut memprotes seraya merekam percakapannya dengan bapak itu. Video ini lantas viral di media sosial.

Sejauh ini, polisi telah memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangannya. Polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi, antara lain pengelola mal dan petugas keamanan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES