Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kakek dan Nenek Ketahuilah Ini Saat Memiliki Cucu

Rabu 14 Februari 2018 09:07 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Kakek dan nenek.

Kakek dan nenek.

Foto: AP
Banyak mitos pengasuhan zaman dulu yang kini sudah berubah sama sekali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kakek nenek adalah sosok yang setia memberi dukungan pada cucu mereka sedari lahir. Namun, pola pengasuhan anak zaman mereka kini telah berubah seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman.

Dilansir dari Psychology Today, Rabu (14/2), pasangan baru menikah dan punya anak pastinya membutuhkan dukungan orang tua untuk mendampingi mereka mengasuh anak. Namun demikian, ini tidak berarti kakek, terutama nenek menerapkan semua pengasuhan ala zaman dahulu ke zaman sekarang.

Orang tua hari ini, atau disebut juga orang tua milenial semakin sadar belajar tentang pola terbaik dalam mengasuh bayi yang hendaknya diketahui oleh kakek nenek. Sikap tentang menyusui misalnya, telah berubah sedemikian dramatisnya.

Sepanjang pertengahan abad ke-20, kebanyakan orang tua, bahkan dokter tidak menganjurkan ibu menyusui dengan keras kepala. Wanita kelas menengah bahkan memilih untuk tidak menyusui, dan memberikan bayinya susu formula.

Ada stigma melekat pada era 1940-an hingga 1950-an bahwa hanya orang miskin yang menyusui langsung anaknya. Orang miskin memberikan anaknya ASI karena tidak mampu membeli susu formula.

Susu formula pada zaman dahulu adalah simbol status yang menunjukkan kemampuan satu keluarga. Akan tetapi, generasi saat ini, memberi ASI adalah simbol ibu berpendidikan yang menyadari pentingnya ikatan emosional dan antibodi dalam ASI. Ini yang membuat wanita kelahiran 1978 hingga 1980-an pada umumnya memberikan ASI pada anak-anaknya.

Wanita zaman sekarang merasa bersalah jika tak bisa menyusui anaknya. Dokter anak saat ini merekomendasikan menyusui eksklusif enam bulan dan mendorong ibu melanjutkannya sampai anak berusia dua tahun.

Kakek nenek mungkin tidak tahu akan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) yang menjadi penyebab utama kematian bayi berumur 1-12 bulan. Hal ini diungkapkan the National Institute of Healths Second International Conference pada 1969.

Pemberian ASI mengurangi SIDS di satu tahun pertama kehidupan bayi.

Selain ASI, posisi tidur juga faktor risiko utama SIDS. Orang tua zaman dulu berpikir anak belum boleh ditengkurapkan sampai berusia lebih dari tiga bulan. Zaman sekarang, bayi sebaiknya sudah mulai ditengkurapkan dengan bertumpu pada perutnya supaya perkembangan motoriknya terpantau. Anda bisa menengkurapkan bayi di tubuh Anda.

Bantal dan selimut bayi adalah hal wajib bagi orang tua zaman dahulu, sementara zaman sekarang keduanya tidak terlalu disarankan. Kakek nenek mungkin masih mewajibkan cucunya dibedong, namun ahli kesehatan zaman sekarang tidak membolehkan bedong ketat, harus dilonggarkan supaya perkembangan motorik bayi tidak terganggu.

Seperti yang Anda lihat, teknik perawatan bayi telah berubah signifikan. Kakek nenek penting menyadari perubahan tersebut, sehingga mereka tidak menimbulkan bahaya bagi cucu-cucunya. Dengan demikian, kakek nenek tetap bisa mendukung anak mereka yang baru saja menjadi orang tua baru.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES