Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Studi: Miliki Anak tidak Mengganggu Karier Perempuan

Selasa 16 May 2017 09:02 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Esthi Maharani

Ibu bekerja/ilustrasi

Ibu bekerja/ilustrasi

Foto: Sheknows.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak anggapan mengatakan bahwa setelah menjadi seorang ibu, karier seorang perempuan akan terhambat bahkan terpaksa dihentikan. Menurut firma pelayanan profesional Accenture, hal ini karena mereka tidak memiliki waktu yang fkeksibel.

Dilansir Fortune, survi yang dilakukan oleh Accenture menyebutkan seorang ibu yang kembali bekerja setelah memiliki anak memiliki peluang yang sama sekitar 67 peresen sampai 70 persen untuk menjadi pemimpin senior di perusahaan, sama seperti peluang karyawan perempuan yang tidak memiliki anak.

Selain itu, ibu yang bekerja memiliki kesempatan 2.5 kali lebih untuk mendapatkan promosi jabatan di tempat kerja dengan upah lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang belum menjadi seorang ibu.

Hasil penelitian ini disebutkam dalam laporan Accenture yanh berjudul Getting to Equal 2017. Sebelumnya, Accenture melakukan survei terhadap lebih dari 28 ribu perempuan dan laki-laki di 29 negara.

Survei juga menemukan bahwa 53 persen dari para ibu di Amrika Serikat mengatakan bahwa mereka akan mulai berbisnis setahun setelah memiliki anak. Sedangkan perempuan yang belum menjadi ibu hanya sekitar 35 persen saja yang ingin memulai bisnis.

Setelah menjadi ibu, banyak perempuan yang membutuhkan waktu lebih fleksibel saat kerja. Namun, 55 persen diantaranya harus rela upahnya dipotong untuk mendapatkan waktu yang fleksibel tersebut.

"Penting bagi perusahaan untuk membangun reputasi yang membantu perempuan untuk maju dan mengembangkan karir," ujar Ellyn Shook dari Accenture.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA