Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Membesarkan Anak Saat Salah Satu Orang Tuanya Narsis

Jumat 24 Feb 2017 15:27 WIB

Rep: Muthia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Anak perempuan dan ayahnya

Anak perempuan dan ayahnya

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, Anak yang sedang tantrum atau emosional tanpa disadari sering dimanipulasi orang tua atau salah satu orang tuanya yang narsis. Ini adalah situasi rumit dan sulit untuk ditanggapi.

Orang tua narsis merusak anak. Lalu, bagaimana cara membesarkan anak jika ayah atau ibunya adalah tipe narsis, atau mendekati sombong? Berikut tipsnya, dilansir dari Psych Central.

Kejujuran

Ajarkan anak Anda senantiasa bersikap jujur. Berbicara terus terang dengan anak tentang realitas kehidupan mereka, saling menghormati, saling peduli tanpa basa-basi. Jangan memainkan permainan, "Mari kita pura-pura supaya semua dianggap normal."

Pendidikan

Ajarkan anak tentang berbagai hal sesuai dengan usianya. Tetap sederhana dan tetap berdasar pada kenyataan. Ajarkan anak supaya tidak terjebak dalam drama kehidupan dengan cara berperilaku sesuai usianya.

Teladan

Jadilah teladan yang baik dengan mengajarkan pada anak bahwa narsis berlebihan, apalagi sombong hanya menghancurkan hubungan sosial. Jadikan anak sosok yang mudah berempati dan berkasih sayang. Tunjukkan pada mereka bagaimana cara mengamati lingkungan sekitar.

Mengendalikan amarah

Anak yang sering melihat orang tuanya marah akan tumbuh menjadi anak pemarah juga. Pastikan Anda tidak mengekspresikan marah, dendam di depan anak. Bernapas dalam dan lepaskan, atau pergi menghindar dari anak jika Anda tak bisa menahan emosi lagi. Anda bisa mengajarkan kontrol diri pada anak.

Baca juga: Psikolog Paparkan Cara Menjaga Otak Anak Selalu Aktif

Refleksi

Biarkan anak tahu bahwa orang tuanya mengamati mereka. Biarkan anak tahu perjuangan orang tuanya melakukan hal-hal baik, sehingga lama kelamaan mata dan hati mereka bisa merasakannya.

Sedih bersama

Anak bukan hanya perlu diperkenalkan rasa senang, tapi juga sedih, asal senantiasa didampingi. Orang tua bisa menjadi tempat ternyaman bagi anak-anak mereka yang sedang sedih.

Tempat nyaman

Anak-anak membutuhkan setidaknya ayah atau ibunya sebagai tempat ternyaman. Jika salah satu orang tuanya narsis, mudah marah, atau emosional, maka anak membutuhkan orangtua satunya yang dapat menawarkan pelipur lara, kehangatan, dan kenyamanan.

Kasih

Orang narsis melihat orang lain sebagai obyek atau sumber daya, bukan bernilai intrinsik berdasarkan hubungan interpersonal. Orang tua narsis cenderung menuntut anaknya baik dalam segala hal, mulai dari sikap hingga prestasi formal. Mereka lupa bahwa anak harus diperlakukan penuh kasih sayang dan tidak mementingkan diri sendiri. Anak perlu diajarkan sikap cinta kasih.

Memaafkan

Anak perlu diajarkan cara memaafkan untuk mempertahankan persahabatan atau hubungan sosial. Menikmati hidup, memiliki selera humor, bisa membuat anak membangun kehidupan sehat di tengah masyarakat.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA