Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Ngaco Jika Anak Belajar dari Gadget

Kamis 26 Jan 2017 14:24 WIB

Red: Esthi Maharani

Anak bermain gadget

Anak bermain gadget

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spesialis anak tak menyarankan orangtua menjadikan gadget sebagai sarana bermain anak. Gadget dianggap dapat menghilangkan anak bermain tekstur, warna, bunyi, dan lainnya.

"Ngaco belajar dari gadget. Dia (anak) hanya belajar menonton," ujar dr Markus dr. Markus M. Danusantoso, SpA. Rabu (25/1).

Lebih dari itu, sambung dia, gadget bisa menghambat sensor motorik anak. Salah satu akibatnya adalah keterlambatan bicara. "Anak bisa jadi punya dunia sendiri, malah bisa menghambat sensor motoriknya. Bahkan salah satu pemicu terlambat berbicara contohnya," tutur Markus.

Bermain merupakan sarana anak belajar dan menambah pengalaman. Sejumlah aspek berkembang saat anak bermain mulai dari motorik, kognitif, sosial, yang berujung meningkatnya ketajaman panca indera anak.

Selain itu, bermain juga membantu mengenal lingkungan sekitar, melatih anak lebih mandiri dan berinteraksi dengan orang dan yang paling penting merangsang sistem saraf dan kecerdasannya. Orangtua perlu memperhatikan sejumlah aspek sebelum memutuskan membeli mainan bagi anak mereka, antara lain: memilih yang tidak berbahaya, menarik, sederhana dan memiliki nilai belajar.

Selain itu, Markus menyarankan, semakin bertambah usia anak maka mainan yang ia miliki harus semakin kompleks. Hal ini untuk membantu anak bisa berpikir lebih kompleks.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA