Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Tips Mengasuh Anak Bagi Single Parent

Kamis 05 Jan 2017 07:24 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Winda Destiana Putri

Mengasuh Anak/Ilustrasi

Mengasuh Anak/Ilustrasi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perceraian bukan hanya sulit untuk pasangan, tapi juga berisiko tinggi bagi anak-anak mereka. Studi menemukan anak-anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga berantakan (broken home) cenderung merasa tidak nyaman, tidak dicintai, dan tidak dianggap penting.

Jika kedua belah pihak memutuskan berpisah, orang tua harus membuat pengaturan khusus untuk memastikan perceraian tak membuat anak-anak menderita. Tantangan membesarkan anak sangat berat, khususnya membuat buah hati merasa tetap dicintai meski kedua orang tuanya bercerai. Berikut adalah tips pengasuhan anak bagi pasangan yang telah berpisah, dilansir dari Womanitely.

Abaikan pendapat dan kritik orang lain

Keluarga broken home yang membesarkan anak bisa saja membuat tetangga atau orang lain bertanya-tanya, bahkan usil membicarakannya. Apapun pendapat mereka tentang Anda, abaikan, sebab Anda sedang berusaha tetap melakukan yang terbaik untuk membesarkan anak-anak.

Anak harus merasa dicintai dan disambut di kedua rumah orang tua

Anak-anak setelah bercerai akan menghabiskan beberapa acara khusus di rumah orang tua berbeda. Anda dan mantan pasanan harus memastikan bahwa anak-anak Anda tetap mendapatkan cinta dan perhatian yang mereka butuhkan. Tetap damai dengan mantan pasangan Anda saat sedang bersama anak, sisihkan perbedaan, dan fokus memberikan cinta untuk anak.

Menjadi orang tua sekaligus teman

Jika hak asuh anak dimenangkan salah satu orang tua, maka membesarkan anak sebagai orang tua tunggal bukan pekerjaan mudah. Meski Anda harus tetap menerapkan disiplin untuk memastikan mereka baik juga santun, Anda juga perlu memastikan anak tetap merasa Anda adalah teman yang bisa dipercaya. Anak-anak dari orang tua bercerai cenderung merasa tidak nyaman. Orang tuanya perlu memastikan mereka tetap mudah mengungkapkan perasaan dan membuat mereka merasa dihargai dan dicintai.

Memprioritaskan waktu untuk anak

Anda dan mantan pasangan bisa saja bekerja di luar jadwal biasa untuk menghabiskan waktu bersama anak. Selalu pastikan bahwa anak masih menjadi prioritas. Kedua orang tuanya harus hadir saat anaknya membutuhkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA