Monday, 15 Jumadil Awwal 1440 / 21 January 2019

Monday, 15 Jumadil Awwal 1440 / 21 January 2019

Sistem Reward-Punishment Masih Efektif Didik Anak

Kamis 16 Oct 2014 20:28 WIB

Red: Indira Rezkisari

.

.

Foto: Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Untuk membentuk mental anak, orang tua tak hanya perlu memberi pujian. Tapi, juga memberikan hukuman yang sifatnya mendidik. Demikan ujar psikolog Unika Soegijapranata Semarang Ferdinand Hindiarto.

"Sistem 'reward and punishment' (penghargaan dan hukuman) masih efektif dalam pola mendidik anak. Tentunya, bukan hukuman yang bersifat fisik, tetapi mendidik," katanya di Semarang, Kamis (16/10).

Ia prihatin dengan maraknya kasus kekerasan yang dilakukan anak-anak, bahkan oleh siswa sekolah dasar (SD) yang semestinya tidak terjadi jika pada anak-anak tertanam mental dan pekerti baik. Pengajar Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang itu mengatakan pemberian hukuman bisa dilakukan dengan mendidik, semisal oleh sekolah dengan mengurangi waktu istirahat siswa.

"Kalau ada siswa melanggar, melakukan perbuatan tidak baik, jam istirahatnya bisa dikurangi. Dengan mengambil sebagian 'haknya' untuk bermain, itu mendidik daripada hukuman bersifat fisik," katanya.

Di sisi lain, kata dia, siswa juga harus diberikan penghargaan atas kesopanan, prestasi, dan perbuatan baik yang dilakukannya, minimal dengan memberikan pujian kepada anak di depan kelas. Di rumah pun, ia mengatakan orang tua harus mengambil bagian dengan memberikan "reward and punishment" yang sesuai dalam mendidik anaknya, bukan semata-mata menyerahkan pendidian anak kepada sekolah.

"Jika anak menunjukkan perilaku yang tidak baik, orang tua bisa memberikan hukuman yang mendidik, misalnya mengurangi uang saku, mengurangi jatah nonton televisi, atau jatah jalan-jalan," katanya. Ferdinand mengatakan perilaku meniru atau disebut "copying behaviour" memang dimiliki anak-anak, yakni mereka akan meniru apa yang dilihatnya, misalnya dari televisi atau perilaku orang dewasa.

"Sekarang ini, tayangan televisi kan banyak yang terkesan vulgar menampilkan kekerasan. Ada juga sinetron, tapi isinya siswa sekolah yang 'ngerjain' gurunya, dan sebagainya. Itu akan ditiru," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, sekolah dan orang tua harus sama-sama berperan dalam menanamkan moral dan mental yang baik kepada anak-anak, yakni dengan sistem "reward and punishment" yang mendidik.

"Sistem 'reward and punishment' masih efektif untuk mendidik anak. Ya, tetapi dengan catatan, hukuman maupun penghargaan yang diberikan kepada anak-anak harus bersifat mendidik," pungkas Ferdinand.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES