Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Supaya Anak Berani Tidur Sendiri, Ini Triknya

Senin 16 April 2012 13:09 WIB

Rep: desy susilawati/ Red: Endah Hapsari

Anak tertidur/ilustrasi

Anak tertidur/ilustrasi

Foto: http://www.kaheel7.com

REPUBLIKA.CO.ID, Bila terbiasa tidur dengan orang tua, bukan pekerjaan mudah memang untuk membuat anak tidur sendiri. Namun, itu bukan berarti mustahil. Asal tahu caranya, anak dapat mulai tidur terpisah dari orang tua. Berikut adalah cara yang disarankan seorang psikolog anak:

 

Ketika sudah berjanji untuk menetapkan hari tertentu melepaskan anak tidur sendiri, orang tua harus konsisten melakukan itu. Jadikan hari itu 'perayaan besar' karena anak sudah berani meski mungkin saja belum sepenuhnya berani.

Kali pertama pisah tidur temani anak, boleh didongengi dan dipeluk, tapi ingatkan bahwa pada jam tertentu atau setelah anak tidur, orang tua akan pindah ke kamar sendiri.

Izinkan anak kembali ke kamar orang tua, asalkan dia sempat bertahan selama beberapa jam tidur di kamar sendiri.

Jika anak sukses pisah tidur sampai jam yang disepakati, boleh dikasih hadiah seperti stiker di bukunya. Jangan lupa ciuman pujian.

Dari hari ke hari, target waktu pisah tidur harus semakin panjang. Misal hari pertama sampai ketiga hanya 1 jam di kamarnya, hari keempat sampai ketujuh bisa 2 jam, dan hari kedelapan sampai kelima belas bisa 3 jam dan seterusnya.

Hadiahkan stiker hadiah sesuai dengan jumlah jam pisah tidur. Ketika anak sudah kumpulkan sejumlah stiker tertentu, anak boleh dapat hadiah karena sudah bisa tidur sendiri.

Target jam juga bisa dilakukan dengan timer AC, tapi jangan dengan weker pisah tidur. Jika AC sudah mati, anak boleh pindah lagi ke kamar orang tua kalau mau.

Di minggu-minggu atau bulan-bulan pertama, ketika target jam belum terpenuhi, orang tua juga harus konsisten. Kembalikan anak ke kamarnya lagi, temani lagi.

Buatlah kamar anak semenyenangkan mungkin sehingga anak betah di kamarnya.

Ajak anak terlibat dalam dekorasi kamarnya, tentunya yang terjangkau orang tua ya, jangan memaksa.

Kalau hanya ada satu kamar untuk lebih dari satu anak, usahakan tiap anak memiliki area privatnya. Misalnya anak pertama di pojok kiri, anak kedua pojok kanan.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA