Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Pendampingan Orang Tua Kunci Sukses Hadapi UN

Ahad 10 Apr 2011 13:12 WIB

Rep: c13/ Red: Siwi Tri Puji B

belajar

belajar

Foto: parentsconnect.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengimbau para orang tua memberikan perhatian lebih kepada anaknya yang akan ikut Ujian Nasional (UN) 2011. Kepala Disdik DKI Jakarta, Taufik Hadi Mulyanto, menyebut salah satu kunci kesuksesan siswa dalam menghadapi UN selain belajar adalah pendampingan orang tua.

Ia menyatakan, sepekan menjelang UN, setiap orang tua harus meningkatkan perhatian kepada anaknya. Dengan begitu, sang anak bisa terpacu dari segi psikologis dan emosional. Sehingga yang bersangkutan bisa lebih siap dan tenang, serta terpacu menghadapi UN.

Dampaknya berpengaruh terhadap rasa kepercayaan dirinya dalam mengerjakan soal UN. “Orang tua harus terus mendampingi anaknya agar dapat bimbingan eduktif. Semakin dekat hari pelaksanaan UN, bimbingan orang tua harus semakin meningkat,” kata Taufik, Ahad (10/4).

Pelaksanaan UN tingkat SMA dimulai tanggal 18 sampai 21 April mendatang, SMK pada 18 sampai 20 April, SMP 25 hingga 28 April, dan SD dihelat 10-12 Mei mendatang. Sebanyak 122.139 siswa Di DKI Jakarta akan mengikuti UN tingkat SMA. Terdiri sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 53.937 siswa, madrasah aliyah (MA) 4.679 siswa, sekolah menengah kejuruan (SMK) 63.382 siswa, dan SMA luar biasa (SMALB) sebanyak 141 siswa.

Kunci kelancaran siswa dalam mengerjakan soal UN, kata Taufik, tidak semata penguasaan pada materi mata pelajaran. Tapi, aspek nonteknis, seperti kondisi psikologis siswa juga berperan besar dalam kelancaran mengerjakan soal. “Salah satu kesuksesan siswa dalam menghadapi UN selain belajar adalah pendampingan orang tua. Hal ini harus diketahui para orang tua,” katanya.

Menurut dia, dengan persiapan matang maka tumbuh dalam diri siswa kepercayaan untuk mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, jika muncul bocoran soal maupun jawaban maka tak akan terpengaruh. “Saya harap siswa lulus dengan mengedepankan cara-cara jujur. Tidak malah sibuk mencari bocoran soal, apalagi bocoran jawaban,” harap Taufik.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA