Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Pindang Gombyang, Penggoyang Lidah Lezat dari Kepala Jambal

Selasa 12 Feb 2019 11:40 WIB

Rep: lilis sri handayani/ Red: Ani Nursalikah

Pindang gombyang olahan kepala ikan manyung yang menjadi kuliner khas Indramayu.

Pindang gombyang olahan kepala ikan manyung yang menjadi kuliner khas Indramayu.

Foto: Republika/Lilis Sri Handayani
Pindang gombyang terbuat dari kepala ikan manyung yang dulu dianggap sebagai limbah.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kabupaten Indramayu memiliki garis pantai sepanjang 147 kilometer. Dengan kondisi geografisnya itu, laut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan warganya, termasuk dalam hal makanan. Kabupaten Indramayu kaya akan makanan khas yang bersumber dari hasil laut.

Salah satunya adalah pindang gombyang. Menu makanan yang berbahan baku kepala ikan manyung itu sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Dengan racikan bumbu rempah-rempah pada kuahnya, makanan tersebut dijamin mampu menggoyang lidah para pecintanya. Siapa pun yang mencicipinya, akan dibuat ketagihan untuk kembali menikmatinya.

Selain sangat lezat, makanan itu pun kaya akan protein yang terkandung dalam kepala ikan manyung. Karenanya, makanan tersebut sehat untuk dikonsumsi.

Namun, siapa sangka, sebelum diolah menjadi pindang gombyang, kepala ikan manyung dulunya ibarat limbah. Badan ikan manyung, selama ini diolah menjadi ikan asin jambal roti.

Di Kabupaten Indramayu, industri pembuatan ikan asin jambal roti memang tumbuh subur. Sedangkan kepalanya, dihargai dengan sangat murah bahkan dibuang begitu saja.

"Daripada terbuang, lebih baik dimanfaatkan," ujar Carmiah, Senin (11/2).

Di tangan Carmiah (49 tahun), kepala ikan manyung akhirnya sukses disulap menjadi pindang gombyang. Bahkan, makanan tersebut menjadi makanan khas Kabupaten Indramayu. Menu itu kini dengan mudah ditemukan di berbagai warung dan rumah makan di Kabupaten Indramayu dan daerah lain di sekitarnya.

Carmiah menceritakan, pertama kali membuat pindang gombyang kepala ikan manyung bersama suaminya, Tarika, pada 2006. Masakannya dijual di RM Ananda milik mereka di pinggir pantai Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Dalam dua bulan pertama, Carmiah mengaku penjualan pindang gombyangnya masih lesu. Hal ini karena tak banyak orang yang mengetahui menu makanan tersebut.

Tarika bahkan harus mengundang teman-temannya untuk mencicipi makanan tersebut. Setelah itu, pindang gombyang lantas mulai dikenal dari mulut ke mulut. Pembeli pun semakin ramai berdatangan.

Tak hanya itu, banyak pedagang masakan dan warga di Kabupaten Indramayu yang kemudian juga ikut membuatnya. Alhasil, kepala ikan manyung yang dulunya limbah kini menjadi makanan favorit asli Indramayu yang terkenal ke berbagai daerah.

Untuk mendapatkan kepala ikan manyung, Carmiah dengan mudah memperolehnya dari wilayah Karangsong, yang merupakan sentra perikanan terbesar di Kabupaten Indramayu. Namun, setelah terkenal lewat olahan pindang gombyang, harga kepala ikan manyung pun melejit, dari Rp 2.500 per Kg kini menjadi Rp 25 ribu per Kg.

Satu buah kepala ikan manyung rata-rata berbobot tiga kilogram. Untuk menjadi olahan pindang gombyang, kepala ikan manyung dibelah menjadi dua bagian untuk setiap porsinya.

"Setelah dibersihkan, kepala ikan manyung kemudian dikukus selama satu jam. Saya sengaja tidak merebusnya supaya daging yang menempel di kepala ikannya tidak remuk," kata Carmiah.

Kepala ikan manyung yang telah dikukus itu kemudian dimasukkan ke dalam kuah bumbu. Kuah tersebut sebelumnya telah dimasak dengan bumbu-bumbu seperti kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, kacang tanah, asem jawa, tomat dan cabe rawit. Hasilnya, tercipta makanan pindang gombyang yang sangat lezat dan menggugah selera.

Untuk setiap porsi pindang gombyang, Carmiah menjualnya dengan harga Rp 50-60 ribu. Harga itu berbeda tergantung ukuran kepala ikan manyung.

Salah seorang warga Kota Bandung, Gelar, mengaku selalu memburu pindang gombyang setiap kali berkunjung ke Indramayu. Dia bahkan sering membelinya sebagai oleh-oleh untuk keluarganya di Bandung.

"Keluarga saya sangat suka. Mereka selalu minta dibelikan pindang gombyang. Rasanya memang enak banget," ujar Gelar saat ditemui sedang menyantap pindang gombyang di RM Ananda.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA