Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Cara Menyimpan Makanan Secara Alami

Senin 07 Jan 2019 10:42 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Makanan yang disimpan di kulkas.

Makanan yang disimpan di kulkas.

Foto: Flickr
Pendinginan makanan adalah pilihan paling efektif dan ekonomis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendinginan adalah penemuan paling penting dalam sejarah makanan. Sementara lemari es komersial dan rumahan hanya digunakan selama 100 tahun terakhir, orang telah lama menggunakan lingkungan alami yang dingin untuk menyimpan makanan untuk waktu yang lama.

Suhu penting untuk mengendalikan pertumbuhan mikroba. Sama seperti makanan yang sehat, bakteri dan jamur juga menikmati manfaat gizi dari makanan. Mereka akan mengonsumsi makanan dan melipatgandakan, akhirnya merusak makanan tersebut.

Ketika mikroba dapat menyebabkan penyakit, seperti salmonella, campylobacter, E coli, atau listeria, maka dapat berisiko untuk tubuh mengalami keracunan saat memakannya. Sebagian besar mikroba penyebab penyakit dapat tumbuh ke tingkat berbahaya bahkan sebelum makanan berubah bau, rasa, atau penampilan.

Semua bentuk kehidupan memerlukan beberapa hal dasar untuk tumbuh, sumber energi, yaitu sinar matahari untuk tanaman, oksigen untuk bentuk kehidupan yang lebih tinggi, air dan bahan kimia sederhana yang menyediakan nitrogen, fosfor dan sulfur. Dan air adalah kunci, sehingga menahan air akan membatasi pertumbuhan mikroba.

Sebab itu garam telah lama digunakan sebagai pengawet untuk makanan yang mudah busuk seperti daging. Garam mengikat air dan membuatnya tidak tersedia untuk mikroba. Asam melalui pengawetan atau fermentasi juga dapat digunakan, karena sebagian besar mikroba tidak menyukai kondisi asam.

Ketika makanan tidak bisa diasinkan atau diasamkan, maka harus menyimpan makanan pada suhu yang tidak disukai mikroba. Pendinginan adalah pilihan paling efektif dan ekonomis.

Biasanya, semakin tinggi tingkat kelembaban, semakin mudah makanan rusak. Menyimpan makanan kering seperti kacang-kacangan di lemari tidak masalah, namun, makanan yang kelembabannya tinggi seperti daging dan sayuran segar akan cepat rusak jika tidak didinginkan.

Kisaran suhu antara 5 celsius hingga 60 celsius merupakan zona bahaya atau tempat bakteri penyebab keracunan makanan paling umum suka tumbuh. Untuk menghindari zona bahaya, simpan makanan panas di atas 60 celsius dan simpan makanan lembaba di bawah 5 celsius.

Pedoman dua jam atau empat jam juga dapat membantu menghindari keracunan makanan. Contohnya, kurang dari dua jam makanan harus sgera dikonsumsi atau simpan dengan tepat. Kalau lebih dari empat jam, sebaiknya makanan tidak dikonsumsi.

Sangat disarankan untuk menyimpan makanan dalam porsi kecil. Sebab, ini akan mencapai suhu yang tepat lebih cepat dari volume yang lebih besar, sebelum didinginkan atau dibekukan, dikutip dari The Independent, Senin (7/1).


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA