Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Biji Kopi Asal Sumbar Makin Diminati Pasar Dunia

Rabu 11 Jul 2018 00:27 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani

Kopi

Kopi

Foto: Youtube
Kopi asal Sumbar terutama arabika memiliki pasar yang cukup luas.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Komoditas kopi asal Sumatra Barat semakin laris manis di pasar internasional. Negara-negara seperti Australia, Inggris, dan Korea merupakan pasar utama kopi arabika dan robusta yang dihasilkan petani kopi Sumbar.

Pimpinan Nusantara Kopi, Pebriansyah, menyebutkan bahwa perusahaannya mampu mengekspor 16-20 ton kopi ke perusahaan grosir kopi seperti MTC Coffee di Australia dan Falcon Coffees di Inggris. Ia menilai, kopi asal Sumbar terutama arabika memiliki pasar yang cukup luas. Sayangnya, luas lahan dan angka produksi kopi di Sumbar belum sejalan dengan tingginya permintaan yang ada. Setiap satu hektare kebun mampu menghasilkan 700 kilo gram (kg) biji kopi siap olah.

"Luasan kebun kita baru 700-1.000 hektare. Dan permintaan makin tinggi, terutama dari Amerika Serikat (AS). Namun saya yakin 1-2 tahun ke depan akan tumbuh karena petani di Gunung Sago, Singgalang, Marapi, dan di Pasaman mulai menanam," jelas Pebri, Selasa (10/7).

Pebriansyah menyebutkan, kopi arabika asal Sumbar sempat menebar aromanya dari satu festival kopi ke festival kopi lainnya. Salah satunya adalah Sumatra Arabica Solok Minang yang pernah tampil dalam Pameran Kopi Speciality di Seattle, AS tahun 2017 lalu. Dari berbagai pameran inilah, lanjut Pebri, penikmat kopi di seantero dunia mulai meminati kopi asal Sumbar.

"Tapi orang minta banyak barangnya belum ada. Bahkan kawan-kawan coffeeshop lokal juga mengeluhkan kopi Sumbar belum banyak," katanya.

Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Sumbar sebelumnya sempat memprediksi harga komoditas kopi akan menanjak di tahun 2018 sebesar 5-10 persen dibanding tahun lalu. Catatan Gapperindo, harga kopi asal Sumbar berjenis arabika sebesar Rp 70 ribu per kg, meningkat dari Rp 60 ribu per kilogram pada 2016.

Sedangkan kopi jenis robusta dipatok di harga Rp 35 ribu per kg atau naik sekira 5-10 persen dibandingkan 2016. Tren kenaikan harga kopi ini diyakini akan terus berlanjut hingga 2018 ini, sejalan dengan ekspansi pasar oleh pemain merek dagang kedai kopi skala global dan pengusaha kopi lokal.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES