Monday, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 December 2018

Monday, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 December 2018

Granola, Camilan Sehat Asal tidak Berlebih

Kamis 05 Jul 2018 17:59 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari

Granola.

Granola.

Foto: Flickr/Stacy Spensley
Granola bisa berlebihan kalorinya jika ditambahkan pemanis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap jenis makanan yang dikonsumsi berlebih bisa memberikan dampak buruk. Termasuk makanan yang tergolong sehat, seperti granola, tetap tidak baik dikonsumsi berlebih.

Ahli Nutrisi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, Dian Handayani mengatakan granola termasuk jenis asupan bergizi. Perrmasalahannya adalah jumlah granola yang dikonsumsi, bukan berarti makanan yang dikatakan sehat, boleh dikonsumsi dalam jumlah besar dan tidak diperhitungkan asupannya (bebas makan).

"Hal ini dikarenakan akan mengakibatkan tingginya kandungan energi, kalori yang dimakan," kata Dian saat dihubungi, Kamis (5/7). Dian memaparkan granola dianggap baik untuk kesehatan karena bahan-bahan dasar dari granola sendiri merupakan bahan-bahan alami sehingga dirasa lebih sehat rendah lemak.

Granola adalah produk makanan yang dipanggang hingga kering yang terbuat dari bahan-bahan alami. Biasanya granola lebih sering digunakan sebagai bahan makanan untuk makan pagi. Tekstur dari granola cenderung renyah.

Bahan-bahan dari granola, antara lain, serealia (padi-padian), oat (gandum), kacang-kacangan, biji-bijian,  buah-buah kering, minyak, madu, dan air.

Baca juga: Apakah Warna Kuning Telur Pengaruhi Kandungan Gizinya?

Kadar air granola yang rendah menyebabkan daya simpan granola lebih lama. Namun demikian sebaiknya granola disimpan di tempat yang kering di suhu ruang.

Kandungan lemak pada granola berkisar dari 4-12 persen bergantung dari bahan-bahan granola. Faktanya, ada hasil penelitian pada 2017 dari New York Times yang telah mewawancarai 700 nutrisionis dan 2.000 warga Amerika. Hasilnya, 80 persen warga Amerika setuju bahwa granola termasuk makanan yang sehat.

Kalori yang berlebihan akan memicu kelebihan berat badan dan obesitas, sehingga bila tidak terkontrol, kondisi obesitas akan mengarah kepada munculnya penyakit penyerta lain, misalnya diabetes mellitus, hipertensi, dislipidemia. Hal ini sangat mungkin terjadi didukung oleh bahan baku granola. Contohnya menambahkan pemanis, seperti gula merah sebagai perekat bahan keringnya atau pun sebagai taburan, tentu ini menambah jumlah energi yang masuk.

Lebih disarankan untuk mengonsumsi granola menggunakan takaran sesuai dengan kebutuhan tubuh akan energi. Terkait kebutuhan tubuh akan energi ini, sebaiknya konsumen berkonsultasi ke ahli gizi untuk mencegah terjadinya kelbihan berat badan akibat asupan makan atau energi yang berlebih. "Sebagai pengganti bahan taburan dapat dipilih yogurt," tambah Dian.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA