Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Kicak, Penganan dari Ketan Khas Ramadhan

Senin 28 May 2018 06:56 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Kicak, makanan khas Ramadhan di Kauman, Yogyakarta

Kicak, makanan khas Ramadhan di Kauman, Yogyakarta

Foto: blogspot.com
Satu bungkus kicak dijual dengan harga Rp 3.000 saja.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gang selebar dua meter itu memang hampir tidak kentara dari jalan. Namun, banyaknya kendaraan yang berada di sekitarnya menjadi penanda bahwa ada sesuatu yang istimewa di gang tersebut.

Seperti yang terlihat pada Ahad sore. Di gang di daerah Kauman, Yogyakarta, itu sedang digelar Pasar Sore Ramadhan yang menjajakan beraneka rupa penganan untuk menu berbuka puasa.

Salah satu menu yang sangat legendaris dan menjadi ciri khas di Pasar Sore Ramadhan Kauman adalah jajanan kicak. Makanan ini hanya ditemukan selama bulan puasa.

"Setiap bulan puasa, saya selalu berjualan di sini. Mengisi waktu sekaligus mendapat tambahan pemasukan karena sehari-hari saya berjualan soto di sekolah," kata salah satu penjual kicak, Ginah, di Yogyakarta, Ahad (27/5).

Salah satu penganan yang dijualnya adalah kicak yang dibuatnya sendiri. Satu bungkus kicak dijual dengan harga Rp 3.000.

Kicak yang dibuatnya ditempatkan di wadah plastik kecil transparan yang diberi alas daun pisang. Alas daun pisang digunakan untuk membedakan kicak yang dibuatnya sendiri dengan kicak titipan dari orang lain.

Kicak terbuat dari ketan yang ditanak. kemudian ditumbuk hingga menjadi jadah disajikan dengan taburan kelapa parut, gula pasir, aroma vanili, dan daun pandan, serta sepotong kecil buah nangka untuk menambah rasa.

Salah satu pembeli, Pradita, mengatakan, kicak sangat cocok dijadikan makanan untuk berbuka puasa karena memiliki rasa manis dan gurih dengan porsi yang tidak terlalu besar.

Meskipun ada puluhan pedagang yang menjajakan kicak, pelopor pembuat kicak di Kauman diyakini adalah Sujilah atau dikenal dengan nama Mbah Wono.

Kicak dengan resep asli warisan Mbah Wono tersebut tetap dapat dinikmati oleh pembeli dengan mendatangi salah satu rumah yang juga berada di Gang Kauman. Rumah yang di bagian depannya menggunakan dinding bambu tersebut selalu ramai dijejali pembeli yang ingin menikmati keaslian resep kicak.

Meskipun demikian, pembeli harus datang lebih awal jika ingin menikmati kicak Mbah Wono karena kicak sudah akan ludes terjual sebelum pukul 17.00 WIB. Meskipun setiap hari ada 12 kilogram ketan yang dimasak untuk menjadi kicak.

Selain kicak dan beragam minuman serta makanan tradisional dengan resep asli Indonesia, di Pasar Sore Ramadhan Kauman juga dapat ditemui pedagang yang menjual makanan bercita rasa India dan Timur Tengah, seperti roti prata atau dikenal juga dengan roti cane dan semacam kebab.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Brimob Peringati HUT Ke-73

Rabu , 14 Nov 2018, 20:22 WIB