Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Bajingan Singkong Penarik Gerobak Temanggung

Rabu 23 May 2018 13:36 WIB

Red: Indira Rezkisari

Bajingan, makanan dari singkong khas Temanggung, Jawa Tengah.

Bajingan, makanan dari singkong khas Temanggung, Jawa Tengah.

Foto: Republika/Indira Rezkisari
Kudapan bajingan sudah mulai punah dilupakan oleh anak muda Temanggung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kudapan dari singkong mungkin sederhana bagi banyak orang. Tapi penarik gerobak di Temanggung singkong merupakan makanan mewah yang hanya bisa dinikmati di waktu-waktu tertentu.

Brand Manager Restoran Kaum Jakarta, Lisa Virgiano, mengatakan kudapan singkong banyak ditemukan ragamnya di kuliner Tanah Air. Mulai dari digoreng, dikukus, hingga diolah menjadi tapai atau getuk hanya sebagian dari ragam olahan singkong.

"Di Tumenggung tapi penarik gerobak yang menempati strata rendah di desa cuma bisa makan seadanya. Ketika sedang ada hajat atau rezeki berlebih baru mereka masak singkong," ujarnya.

Singkong masakan keluarga penarik gerobak Temanggung itu akan dimasak bersama gula jawa dan santan hingga empuk. Makanannya bernama sangat unik, yaitu bajingan.

Lisa mengatakan, pada dasarnya bajingan adalah singkong yang direbus dengan gula merah dan potongan pandan. Lalu setelah mulai meresap, masukkan santan, dan masak hingga singkong empuk.

Menu serupa sebenarnya bisa ditemukan di banyak daerah di Indonesia. Namanya namun berbeda. Satu yang pasti menu ini mulai punah.

Di Temanggung sempat hampir tidak ada yang bisa memasak bajingan. Ketika inisiatif revitalisasi desa berbentuk Pasar Papringan berdiri di Dusun Ngadiprono, Ngadimulyo, Temanggung, Jawa Tengah, dilakukan upaya pula untuk merevitalisasi kuliner lawas.

"Sempat harus bertanya ke mbah-mbah desa bagaimana cara memasak bajingan. Menu ini sudah mulai dilupakan anak muda," terang Fransisca Callista, project manager Pasar Papringan.

photo

Serungkulun, hidangan dari singkong khas Tumenggung, Jawa Tengah.

Satu lagi kuliner Tumenggung yang mulai punah. Namanya serungkulun.

Serungkulun terbuat dari tepung ketan, gula pasir, kelapa parut, dan singkong parut. Semua bahan akan diaduk menjadi satu lalu dikukus selama kurang lebih satu jam.

Sebelum Pasar Papringan hadir, warga bisa mengoleskan pewarna makanan ke atas serungkulun. Fransisca mengatakan proyeknya kemudian mengajak warga membuat versi yang lebih sehat dengan bantuan buah naga merah.

Setelah serungkulun matang lalu poleskan buah naga yang sudah diblender ke atasnya. Tak perlu menunggu serungkulun dingin setelah keluar dari kukusan.

Lisa Virgiano mengatakan, aslinya serungkulun memang berwarna merah muda di atas dan putih di bawah. Bedanya sekarang serungkulunnya lebih sehat karena menggunakan buah naga.

Kudapan berbahan singkong ini tersaji selama Ramadhan di Kaum Restoran. Tempat makan yang terletak di Jalan Mochtar Kusumaatmadja, Menteng, Jakarta Pusat itu menawarkan paket berbuka puasa ala Pasar Papringan sepanjangan bulan Ramadhan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Brimob Peringati HUT Ke-73

Rabu , 14 Nov 2018, 20:22 WIB