Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Cara Ann's Bakehouse Berhasil Berkait Strategi Daring

Selasa 20 February 2018 14:46 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Indira Rezkisari

Beberapa kue andalan Ann's Bakehouse & Creamery.

Beberapa kue andalan Ann's Bakehouse & Creamery.

Foto: Republika/Noer Qomariah K
Di dunia daring, bisnis makanan justru lebih mudah mendapat masukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kalau Anda suka membuka-buka akun Instagram, nama Ann's Bakehouse akan berseliweran di sejumlah akun selebritas Tanah Air. Toko kue ini sebenarnya tidak baru, melainkan sudah berdiri sejak 2014 sebagai rebranding dari toko kue bernama La Madeleine yang telah berdiri sejak 1997 hingga 2010.

Bisnis kue ini dimulai secara daring hingga pada 2017, Ann's memiliki toko fisik. Sejak pertama berdiri, Ann's menggunakan kemampuan digital untuk mendukung bisnisnya. Menurut pendiri Ann's, Putri Yuanisa, dukungan dunia daring dalam berbisnis kuliner, khususnya makanan dan minuman sangat penting.

Sebab, zaman sekarang orang lebih banyak mencari keterangan informasi melalui jaringan daring atau search engine. "Untuk daring ini penting banget menyebarkan informasi (dan) kehadiran kita. Mau cari apa-apa tinggal browsing. Kalau bisnis untuk zaman sekarang, misal di online enggak aktif, pasti skalanya enggak akan bisa sampai sebesar ini," ujar Putri pada Republika.co.id di Ann's Bakehouse & Creamery, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selain itu, membesarkan bisnis kuliner melalui digital marketing juga tak bisa sembarangan. Ann's memiliki tips dan trik tersendiri dalam hal ini.

Marketing Associate Ann's, Ismi Iman Sari mengatakan tetap harus mengikuti perkembangan usaha makanan dan minuman saat ini. Salah satu contohnya, usaha makanan dan minuman tidak lagi beriklan di media konvesional. Tetapi beriklan lewat food blogger atau influencer.

"Kita undang mereka dalam rangka untuk kenalan, agar mereka tahu rasa kue kita. Kalau enak akan mereka review dan dipromosikan. Tetapi kalau enggak, justru mereka akan memberikan feedback (masukan) yang membuat tampilan kue menjadi bagus," kata Ismi.

Putri jugamenambahkan sebuah produk harus kuat secara branding dan aktif berinteraksi di platform-platform online yang dimiliki produk tersebut. Dengan melihat platform online, kata dia, sebenarnya secara tidak sadar pelaku bisnis makanan dan minuman menerima saran-saran lebih banyak. Hasil ulasan di platform daring selalu diperhatikan, dipelajari, dan digunakan sebagai bahan perbaikan produk.

"Segala (platform) online ya aktif saja gitu. Website kita pertahankan. Kita selalu berusaha profesional terus," ujar Putri.

Sisi lain, Putri juga mengatakan Ann's tetap tampil beda daripada toko kue lain. Misal, beberapa waktu lalu sempat tren makanan rasa matcha. Mereka pun membuat kue dengan rasa matcha yang pahit. Berbeda dengan rasa makanan matcha lainnya yang manis. "Beda dengan matcha yang lain, nggak ikut yang lagi tren. Bagaimana caranya harus beda," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA