Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Kiniko Kopi, Kedai dan Pabrik Kopi Tradisional

Ahad 18 Feb 2018 09:29 WIB

Rep: Fernan Rahadi / Red: Esthi Maharani

Kiniko Kopi merupakan kedai kopi sekaligus pabrik pembuatan kopi tradisional.

Kiniko Kopi merupakan kedai kopi sekaligus pabrik pembuatan kopi tradisional.

Foto: Fernan Rahadi / Republia
Pengunjung juga bisa melihat proses pembuatan kopi robusta

REPUBLIKA.CO.ID, TANAH DATAR -- Berkunjung ke Provinsi Sumatra Barat tak lengkap rasanya jika tak singgah di Istana Pagaruyung, sebuah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Namun sebelum menuju ke tempat yang merupakan bekas Kerajaan Pagaruyung tersebut, alangkah baiknya singgah sejenak di Kiniko Cafe yang terletak kawasan Tabek Patah, Tanah Datar, tepatnya di Jalan Raya Batusangkar-Bukittinggi. 

Tempat yang dulu lebih dikenal dengan sebutan Kiniko Kopi tersebut merupakan kedai kopi sekaligus pabrik pembuatan kopi tradisional. Di tempat tersebut, pengunjung bisa menikmati berbagai macam jenis makanan dan minuman ringan sambil melihat panorama perbukitan yang indah.

 

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat proses pembuatan kopi robusta, yang memang merupakan kopi khas wilayah dataran  tinggi. Beberapa sajian yang menjadi favorit wisatawan selain kopi robusta dan pisang selai adalah ramuan pinang, yang memiliki bahan dasar di antaranya telur, jahe, dan susu.

"Ramuan pinang ini bisa menjadi obat herbal yang bermanfaat sebagai penambah stamina untuk pria, serta membersihkan organ dalam untuk wanita," ujar public relation Kiniko Cafe, Evlyne, saat berbincang dengan Republika, Sabtu (17/2).

photo
Kiniko Kopi merupakan kedai kopi sekaligus pabrik pembuatan kopi tradisional (Fernan Rahadi / Republika)



Sejumlah pengunjung pun mengaku terkesan dengan ramuan pinang yang mereka di kafe tersebut. Seperti diungkapkan salah satu pengunjung yang datang dari Yogyakarta, Hadi Suyono.

"Baru pertama kali mencicipi ramuan ini dan ternyata sangat enak," ujar kepala Bidang Humas dan Protokoler Universitas Ahmad Dahlan tersebut.

Kiniko Cafe sehari-harinya dikunjungi rata-rata 1.500 wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sedangkan di musim-musim puncak liburan seperti hari raya, jumlah pengunjung bisa mencapai 5.000 orang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA