Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Bakso Kaki Lima ala Hotel Bintang Lima

Jumat 02 February 2018 17:13 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Indira Rezkisari

Bakso Kaki Lima ala Hotel ShangriLa Jakarta.

Bakso Kaki Lima ala Hotel ShangriLa Jakarta.

Foto: Republika/Nora Azizah
Meski di hotel, bakso tersaji meniru gaya warung pinggir jalan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jakarta sedang mengalami musim penghujan. Semangkuk bakso super pedas memang menjadi obat paling mujarab saat cuaca dingin. Restoran Satoo Hotel ShangriLa Jakarta mencoba menawarkan menu bakso kepada pelanggan. Satoo memang dikenal dengan restoran keluarga yang menyajikan masakan khas bertema khusus setiap tahun. Kali ini, makanan Indonesia menjadi tema khusus bagi Satoo.

Di sepanjang tahun, pengunjung bisa mencoba menu semangkuk bakso spesial. Uniknya, bakso dibuat ala kaki lima dengan mangkuk 'ayam jago'. Kemudian botol kecap dan saus, serta mangkuk sambal juga meniru warung pinggir jalan. Meski bakso dikemas dengan cara kaki lima, rasa bakso tetap tergolong kelas hotel bintang lima. Masakan diramu khusus dengan bumbu pilihan, serta terjamin kebersihannya.

"Untuk kaldu kuah bakso kami membuat sendiri dengan bahan sumsum tulang di bagian ketiak," ujar Chef De Cuisine Satoo Restaurant Himawan saat acara Media Dinner di Satoo Restaurant Hotel ShangriLa Jakarta, beberapa waktu lalu. Kuah juga tidak menggunakan MSG atau penyedap rasa. Himawan memanfaatkan proses memasak dan bumbu tradisional demi menguatkan rasa.

Kuah kaldu bakso dimasak selama empat jam dengan api cenderung kecil. Agar terus terasa segar, kuah tidak didiamkan semalaman. Satoo buka sejak pukul 6 pagi hingga usai jam makan malam. Kuah bakso untuk santapan pagi dimasak malam hari, sementara yang terhidang saat makan malam dibuat pada siang hari. Dengan demikian kuah bakso terjaga kesegarannya.

Himawan menjelaskan, memasak tanpa penguat rasa memang menjadi sebuah tantangan. Namun ia memanfaatkan kepekatan bawang putih sebagai penyedap. Bawang putih cukup di cop atau iris dadu sangat kecil kemudian digoreng sampai berwarna kecokelatan. Bawang putih menjadi taburan semangkuk bakso saat tersaji,

Bahan baku bakso memang tidak dibuat sendiri. Satoo bekerja sama dengan pihak ketiga dalam memasok butiran daging olahan tersebut. Meski menggandeng mitra, Satoo menjamin kebersihan dan rasa dari bakso. "Kami sudah melakukan survey dan sertifikasi sebelum bekerja sama, dan pemasok bakso saat ini sudah menjadi mitra Satoo sejak lama," jelas Himawan. Dalam satu hari, Satoo bisa menyajikan hingga 20 kilogram bakso.

Makan bakso tanpa sambal ibarat sayur asam tak pakai garam, hambar. Resep sambal bakso Satoo juga memiliki racikan khusus dari pengalaman sang koki di meja percobaan. Beberapa kali mengalami kegagalan, sambal bakso pedas mantap akhirnya teramu dalam satu formula. Himawan menggunakan cabe rawit merah atau dikenal 'rawit setan' di pasar tradisonal.

"Supaya tidak terlalu pedas dicampur cabai merah besar," lanjut Himawan. Semua orang suka pedas, tetapi setiap orang memiliki tingkat kepedasan yang berbeda. Penambahan cabai merah besar bertujuan untuk menciptakan rasa pedas yang bisa menyesuaikan lidah seluruh pengunjung. Seluruh bahan, termasuk bawang putih, direbus terlebih dahulu sebelum dimasak. Kemudian digiling halus dan ditambahkan merica bubuk serta cuka.

Seluruh bahan yang sudah tercampur kemudian dimasak kembali hingga mengeluarkan minyak. Tujuan memasak kembali adonan sambal untuk menguatkan rasa, serta membuatnya menjadi lebih awet. Tambahkan garam untuk memperkaya rasa. Semangkuk bakso bisa dipesan dengan campuran mi atau sayur, namun bisa juga kosongan.

Teman semangkuk bakso super pedas memang lebih nyaman didampingi segelas minuman dingin. Satoo menyediakan Es Suropati sebagai salah satu minuman khas tradisional. Es Suropati terbuat dari bahan sangat sederhana, yakni sirup Sarang Sari yang dicamur air kemudian diberi es batu. Untuk lebih memperkaya rasa dan keharuman, resep minuman ditambahkan daun pandan dan batang sereh. Rasanya, manis segar dan harum. Tersedia pula minuman hangat tradisional seperti bandrek.

photo

Bandrek Jadi Minuman 'ikonik' Di Restoran Satoo Hotel ShangriLa Jakarta.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA