Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Nadiem Makarim Bagi Cerita Soal Awal Mula Gofood

Jumat 12 Januari 2018 16:28 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

CEO Go-Jek Nadiem Makarim

CEO Go-Jek Nadiem Makarim

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berjalan hampir tiga tahun, fitur Gofood yang berada di aplikasi Gojek semakin berkembang. Sudah mencapai 125 ribu mitra pedagang yang bergabung dari lebih dari 50 kota di Indonesia.

Mulai dijalankan sejak April 2015, perjalanan Gofood ternyata tidak semulus saat ini. CEO Gojek Nadiem Makarim menceritakan, jika awal berdirinya Gojek fitur pesan dan antar makanan belum dilirik untuk dimasukkan.

Ketika itu, layanan Gojek hanya terdiri dari transportasi, layanan antar paket, dan layanan berbelanja. Setelah berjalan, layanan berbelanja justru didominasi dengan pemesanan untuk makanan, ketimbang kebutuhan harian yang lain.

Awal berkembang, hanya sekitar lima hingga 10 ribu pedagang saja yang baru masuk. Ketika pertama kali pun, beberapa restoran pun tidak didaftarkan secara resmi. Namun, GOJEK sendiri yang memasukan menu restoran tersebut.

Ketika pengemudi Gojek telah berdatangan ke restoran tersebut, baru Gojek secara resmi mendekati restoran untuk meminta mendaftarkan secara resmi. Cara ini yang dinilai Nadiem, menjadi kunci kepercayaan Gofood yang menghasilkan pelanggan lebih banyak karena tidak terbatas lokasi pedagang.

"Tiga bulan aplikasi luncur terus ada Gofood yang khusus buat beli makanan, Gojek semakin meledak, bahkan jadi food delivery terbesar di dunia setelah Cina," kata Nadiem.

Nadiem menyatakan, jika fenomena jasa antar makanan yang berkembang dengan Gojek ini menjadi sebuah kasus yang menarik bagi global. Tidak dipungkiri, dengan terus bertambahnya pengemudi Gojek membuat jasa layanan pesan antar makanan ini menjadi pilihan banyak orang.

Setelah berjalan hingga akan memasuki tahun ketiga, 80 persen dari 125 ribu mitra pedagang merupakan pengusaha kuliner yang masuk kategori pengusaha kecil dan menengah. Bahkan, penjual yang bermodalkan hanya gerobak atau memasak di rumah juga dapat bergabung dan membesarkan industri kuliner Indonesia.

Untuk membuat pengguna aplikasi Gojek semakin kepincut, Nadiem mencoba mengembangkan fitur rekomendasi. Nantinya, pengguna bisa mendapatkan saran makanan yang satu selera dari data pemesanan yang sebelumnya pernah dilakukan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES