Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Kuliner Gorontalo Masuk Buku Internasional

Selasa 19 Apr 2016 00:03 WIB

Red: Esthi Maharani

Kuliner Indonesia

Kuliner Indonesia

Foto: voa

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Kuliner dan kebiasaan makan di Gorontalo masuk buku internasional berjudul "At The Table. Food and Family Around The World". Buku tersebut menjabarkan tentang kebiasaan makan masa kini di Eropa, Asia, Timur Tengah, Afrika, serta Amerika Utara dan Selatan. Gorontalo bersanding bersama dengan 38 negara di dunia.

Ketua Omar Niode Foundation, Amanda Katili yang menyumbangkan tulisan tentang kuliner Gorontalo mengatakan buku yang baru saja terbit itu ditulis oleh berbagai kontributor yang mengangkat tentang kebiasaan makan malam di lingkungan internasional.

"Tidak hanya kulinernya yang ada dalam buku, tapi juga tentang makan malam seperti waktu yang dihabiskan, resep, persiapan dan cara memasaknya, belanja bahan mentah, proses bersih-bersih, peran partisipasi berbasis gender, percakapan atau interaksi sosial lainnya di tempat makan, dan etiket yang berlaku," jelasnya, Senin (18/4).

Ambassador dari World Food Travel Association di Indonesia ini mengungkapkan definisi makan malam dalam buku ini lebih diartikan sebagai 'makan besar' atau waktu makan yang paling penting dalam keluarga.

Buku ini diharapkan menjadi referensi yang memberikan wawasan yang menarik, tentang bagaimana makan malam didefinisikan di berbagai negara. Lebih jauh ia mengatakan hampir secara universal, "makan malam" adalah makanan utama di sebagian besar negara di seluruh dunia, baik berupa hidangan sederhana dari beras dan kacang-kacangan, seiris pizza, atau makan malam resmi dengan beberapa tahap dimulai dari hidangan pembuka sampai dengan hidangan penutup.

"Di saat sebuah keluarga menikmati makanan utamanya, disitulah para anggota keluarga belajar tentang tata-cara berbagai hal, mendiskusikan aspirasi dan kekuatiran, serta belajar berkomunikasi," lanjutnya.

Tanpa adanya waktu makan bersama, kata dia, bukan tidak mungkin perilaku dan nilai-nilai positif dalam kehidupan berkeluarga gagal terbentuk.

"Saya merasa sangat terhormat dapat bergabung dalam jaringan kontributor professional buku ini yang dipimpin oleh Ken Albala, seorang pakar kuliner yang termashur di bidangnya," imbuhnya.

Ia berharap dalam waktu dekat Indonesia dapat menerbitkan buku serupa yang berisi tentang segala hal terkait makan malam di seluruh provinsi di Indonesia.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA