Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Malaysia Minat Kembangkan Satai Maranggi

Kamis 17 Desember 2015 17:22 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Dwi Murdaningsih

Sajian khas Purwakarta, Satai Maranggi.

Sajian khas Purwakarta, Satai Maranggi.

Foto: Ist

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Negeri Jiran, Malaysia, ternyata tertarik dengan sektor pariwisata dan kuliner dari Kabupaten Purwakarta, Jabar. Negara tetangga ini, siap bekerjasama dalam pengembangan usaha kecil dan menengah masyarakat (UMKM). Salah satunya, pengembangan sektor kuliner produk UMKM Satai Maranggi dan Jus Manggis.

Coorporate Advisor Majelis Amanat Rakyat (MARA) Selangor, Malaysia, Datuk Roy Azlan, mengatakan, ketertarikan pihaknya akan konsep pariwisata dan kuliner Purwakarta ini, dampak dari paparan Bupati Dedi Mulyadi saat ASEAN Entrepeneur Summit pada pekan terakhir November kemarin. Sejak saat itu, MARA sangat tertarik untuk bekerjasama dengan kabupaten ini.

"MARA ini, berada di bawah naungan Kementerian Pengembangan Nasional dan Desa Malaysia. Makanya, sangat tertarik dengan konsep Pak Bupati, yang menginginkan industri harus berbasis pada kultur pedesaan," ujarnya, Kamis (17/12).

Sebagai langkah lanjutan, pihaknya lalu terbang dari Malaysia untuk melihat kondisi ril Purwakarta. Terutama, sektor pariwisata dan kulinernya. Bila potensinya bagus, maka konsep tersebut juga akan diterapkan di Selangor. Bahkan, lanjutnya, produk-produk UMKM baik dari Purwakarta maupun Malaysia, akan dipromosikan di kedua wilayah.

"Semoga, kerja sama ini bisa mendongkrak perekonomian dari kedua wilayah," ujarnya.

 

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan, wilayahnya memiliki potensi dari sektor pariwisata dan kuliner. Untuk pariwisata, di wilayah perkotaan ada empat museum tematik dengan konsep digital. Sedangkan wilayah pinggiran ke arah barat, ada perkampungan kriya. Tepatnya di Kecamatan Plered, yang merupakan sentra industri keramik.

"Untuk pedesaannya, kami punya kampung-kampung adat yang menonjolkan konsep pertanian berbasis organik," ujar Dedi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES