Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Jejak Rempah Gorontalo di Semangkuk Tabu Moitomo

Rabu 28 Oct 2015 06:02 WIB

Rep: C32/ Red: Indira Rezkisari

Kuah Bugis atau Tabu Muitomo.

Kuah Bugis atau Tabu Muitomo.

Foto: C32

REPUBLIKA.CO.ID, Di Gorontalo terselip kuliner yang mewakili kekayaan rempah-rempah Indonesia. Kuliner lokal bernama Tabu Muitomo menjadi perwujudan dari beragamnya rempah yang bisa mewakilkan makanan kaya akan cita rasa.

"Tabu Muitomo itu artinya kuah hitam, di dalamnya 30 bahan makanan lokal Indonesia," kata Ketua Niode Foundation Amanda Katili Niode di Pameran Jalur Rempah di Museum Nasional, beberapa waktu lalu.

Tampilan Tabu Muitomo mirip makanan rawon dengan adanya potongan daging sapi, namun ini tidak terlalu hitam. Rempah-rempah yang digunakan termasuk sangat komplit karena mengandung kurang lebih 16 rempah-rempah Indonesia.

Rempah-rempah yang digunakan antara lain jahe, kunyit, laos, sereh, lada, kemiri, ketumbar, pala, dan lainnya. Beragam rempah di dalamnya, membuat makanan ini juga mempunyai nama lain yaitu kuah bugis karena ada pengaruh Arab, Bugis, dan Ternate.

Tak lupa bahan yang paling penting juga adalah parutan kelapa yang disangrai dan dimasukkan bersama kuah. "Ini kuncinya, kelapa yang diparut lalu ditumbuk dan disangrai lalu menjadi hitam tapi bukan hitam yang gosong," jelas Amanda.

Kelapa sendiri juga mempunyai makna yang tinggi untuk masyarakat Gorontalo. Selain kelapa, cabai yang juga menjadi bahan utama juga mempunyai makna tersendiri yaitu kejujuran.

Saat mencicipi, rasa yang sangat terasa adalah kaya rempah-rempah dan sangat hangat di tenggorokan ketika menelannya. Sepintas Kuah Bugis ini mirip gulai namun rempah yang lebih banyak dan ada tumbukan kelapa membuat makanan ini terasa lebih berbeda.

Dalam penyajiannya, kuah bugis bisa dimakan dengan lontong. Selain itu di atasnya bisa ditaburi pelengkap seperti bawang goreng, daun bawang, dan daun kemangi.

Kuah Bugis khas Gorontalo ini di daerah asalnya disajikan dalam acara-acara khusus juga. Biasanya seperti dalam acara pernikahan atau akikah anak yang baru lahir dan acara khusus lainnya.

Jika menikmati kelezatan kuah bugis, secara langsung kita berperan dalam mengurangi pemanasan global. Makanan ini juga dikatakan sebagai slow food karena enak dan ramah lingkungan. Bagi yang ingin berkunjung ke Gorontalo, silakan cicipi kuah bugis ini.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA