Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air

Rabu 15 Mei 2019 07:06 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Grafik Cacar Monyet

Grafik Cacar Monyet

Foto: Republika
Cacar monyet disebabkan oleh infeksi virus yang berbeda dengan cacar air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang mungkin mengira cacar monyet (monkeypox) tidak jauh beda dengan cacar air. Terlebih, keduanya memang tampak mirip.

Padahal, sebenarnya kedua penyakit ini berbeda dari sisi jenis virus dan cara penularannya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui lamannya menyebut penyakit ini disebabkan virus zoonosis langka yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Baca Juga

Media penularannya antara lain kontak darah, cairan tubuh, lesi kulit atau mukosa hewan yang terinfeksi. Penyakit cacar monyet endemik di desa-desa Afrika Tengah dan Barat.

Sementara itu, cacar air disebabkan virus Varicella zoozter. Biasanya, cacar air ditularkan melalui pernapasan dan kontak langsung dengan lesi orang yang terinfeksi.

Penderita cacar monyet biasanya mengalami sejumah gejala yang berlangsung 14 sampai 21 hari. Gejala ini antara lain demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, mialgia (nyeri otot), dan asthenia yang intens (kekurangan energi).

Penderita juga biasanya mengalami ruam kulit di wajah dan menyebar di tempat lain di tubuh. Ruam umumnya diiikuti munculnya kerak.

Sementara itu, gejala penderita cacar air relatif sama seperti demam, nafsu makan berkurang, dan mual. Mereka juga umumnya memiliki ruam merah kecil di beberapa bagian tubuhnya dan gatal. Ruam ini muncul 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus dan biasanya berlangsung sekitar lima hingga 10 hari.

Cacar monyet hanya dapat didiagnosis secara pasti melalui pemeriksaan laboratorium khusus dengan sejumlah tes yang berbeda. Saat ini tidak ada perawatan khusus atau vaksin yang bisa mencegah infeksi virus cacar monyet. Padahal di masa lalu, vaksinasi terbukti 85 persen efektif mencegah cacar. Setelah cacar monyet bisa terkendali vaksin ini tidak lagi tersedia.

Pada kasus cacar air, dokter biasanya meresepkan obat untuk mengurangi keparahan cacar air dan jika perlu mengobati komplikasi. Berbeda dari cacar monyet, ada vaksin cacar air (varicella) sebagai cara terbaik untuk mencegahnya.

Demi mencegah penularan virus penyebab cacar monyet, sebaiknya hindari kontak dengan tikus dan primata. Batasi konsumsi darah dan daging yang tidak dimasak dengan baik.

Selain itu, jangan dulu melakukan kontak fisik orang yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi. Sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya perlu Anda pakai saat menangani hewan yang sakit atau jaringannya yang terinfeksi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA