Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Aktif Bergerak Tekan Risiko Kematian Dini pada Orang Gemuk

Senin 29 Apr 2019 13:52 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Christiyaningsih

Obesitas. Ilustrasi

Obesitas. Ilustrasi

Foto: .
Aktif bergerak dapat menekan risiko kematian dini pada mereka yang bertubuh gemuk

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Aktif bergerak dapat menekan risiko kematian dini pada mereka yang bertubuh gemuk atau obesitas. Penelitian mengklaim orang gemuk yang bepergian dengan mobil memiliki risiko kematian 32 persen lebih tinggi daripada orang yang memiliki berat normal dan terlibat dalam perjalanan aktif.

Studi ini dipresentasikan pada European Congress of Obesity. Analisis mereka mencakup 163.149 peserta UK Biobank yang telah ditindaklanjuti selama rata-rata lima tahun. Kisaran usia responden berada di rentang 37 hingga 73 tahun. Sebanyak 50,8 persennya adalah perempuan.

Obesitas didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (BMI) (kg/m2) yang lebih besar dari 30. Responden diklasifikasikan dalam salah satu kelompok seperti mengendarai mobil, berjalan, bersepeda (aktif-campuran), hanya bersepeda, dan hanya berjalan kaki.

Ketua penelitian Carlos Celis mengatakan selama masa tindak lanjut, total 2.425 peserta meninggal dan 7.973 terkena penyakit jantung. Dibandingkan dengan orang berat badan sehat dan pergantian aktif campuran (berjalan dan bersepeda ke dan dari tempat kerja), orang gemuk yang bepergian dengan mobil dikaitkan dengan risiko 32 persen lebih tinggi untuk kematian dini. Orang gemuk yang jarang bergerak juga dua kali lipat berisiko menghadapi kematian akibat penyakit jantung dan peningkatan 59 persen risiko penyakit jantung tidak fatal.

Orang dengan obesitas yang menjadi penglaju aktif menunjukkan bersepeda atau berjalan kaki ke dan dari tempat kerja dapat mengurangi efek buruk dari obesitas. Risiko penyakit jantung masih meningkat sebesar 82 persen pada komuter aktif dengan obesitas dibandingkan dengan komuter aktif berbadan normal.

Penulis menyimpulkan temuan ini bersifat kausalitas. Hasil studi menunjukkan orang dengan obesitas berpotensi mengurangi risiko kematian dini jika mereka terlibat dalam perjalanan aktif. Terlepas dari berat badan seseorang, menjadi aktif secara fisik dapat mengurangi risiko berlebih yang terkait dengan obesitas.

“Tetapi dibandingkan dengan bentuk lain dari aktivitas fisik, seperti kelas olahraga dan latihan, komuter aktif dapat mengimplementasikannya ke dalam tubuh dan rutinitas harian. Di saat yang sama dapat meningkatkan tingkat aktivitas fisik secara keseluruhan dan membantu memenuhi rekomendasi aktivitas fisik terkini untuk kesehatan,” ujar mereka, seperti yang dilansir Times Now News, Senin (29/4).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA