Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Risiko Kanker Akibat Daging Olahan Ternyata Lebih Besar

Selasa 23 Apr 2019 10:44 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Daging olahan. Sosis merupakan salah satu jenis daging olahan yang banyak digemari.

Daging olahan. Sosis merupakan salah satu jenis daging olahan yang banyak digemari.

Foto: EPA
Konsumsi daging olahan dan daging merah yang berlebihan harus dikurangi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Daging olahan seperti sosis dan bacon sudah cukup lama dikaitkan dengan risiko kanker. Namun dampak dari konsumsi sosis dan bacon pada peningkatan risiko kanker ternyata lebih besar dari dugaan sebelumnya.

Dahulu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa konsumsi 50 gram konsumsi daging olahan per hari dapat meningkatkan risiko kanker usus hingga 18 persen. WHO bahkan mengklasifikasikan daging merah ke dalam kategori 'karsinogenik untuk manusia'.

Studi terbaru dari University of Oxford menemukan bahwa risiko kanker yang ada di balik daging olahan jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan. Hanya dengan konsumsi 25 gram daging olahan atau daging merah per hari, risiko kanker bisa meningkat hingga 20 persen.

Temuan ini didapatkan setelah tim peneliti melakukan analisis terhadap pola makan sekitar 500 ribu warga Inggris berusia 40-69 tahun. Setelah melakukan pengamatan selama enam tahun, sebanyak 2.609 partisipan tersebut terdiagnosis dengan kanker usus.

Dari studi ini, tim peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi 76 gram daging merah maupun daging olahan per hari memiliki risiko 20 persen lebih tinggi terhadap kanker usus dibandingkan orang-orang yang hanya mengonsumsi 21 gram per hari. Akan tetapi, orang-orang yang mengonsumsi 25 gram daging olahan per hari juga memiliki risiko kanker usus 20 persen lebih tinggi.

Setiap penambahan 50 gram konsumsi daging merah per hari, risiko kanker usus akan meningkat sekitar 19 persen. Oleh karena itu, konsumsi daging merah maupun daging olahan yang berlebih sebaiknya dihindari.

"Tak pernah ada kata terlambat untuk membuat perubahan yang sehat di dalam pola makan kita," ungkap Dr Julie Sharp dari Cancer Research UK seperti dilansir News.com.au.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi asupan daging merah maupun daging olahan. Salah satunya adalah dengan menerapkan satu hari bebas daging. Di hari ini, orang-orang bisa mengganti daging merah maupun daging olahan yang biasa dikonsumsi dengan daging ayam maupun ikan. Konsumsi daging merah maupun daging olahan juga bisa diganti dengan kacang-kacangan.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA