Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Peneliti: Suplemen Gizi Hanya Kandung Sedikit Nutrisi

Rabu 10 Apr 2019 06:40 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

Suplemen Gizi.

Suplemen Gizi.

Foto: PxHere
Suplemen gizi tidak dapat digunakan sebagai tumpuan utama penunjang kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian dari Tufts University, Boston Amerika Serikat, menemukan bahwa mengonsumsi suplemen bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Setelah diteliti, mayoritas suplemen hanya mengandung sedikit nutrisi, yang tidak lebih baik dari sumber makanan aslinya.

Beberapa suplemen seperti kalsium dan vitamin D dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi. Para ahli menekankan bahwa suplemen tidak dapat digunakan sebagai penunjang kesehatan, sebab gaya hiduplah yang menjadi kunci utama kesehatan.

Penelitian itu berdasar pada data lebih dari 27 ribu orang dewasa AS, mereka ditemukan memperoleh banyak nutrisi dari makanan yang mengandung vitamin K, magnesium dan zat besi yang mampu mengurangi risiko kematian. Tetapi manfaat nutrisi ini hanya ditemukan pada makanan yang dikonsumsi mereka, bukan suplemen gizi.

Para ilmuwan mengatakan, selama ini tanpa disadari, mayoritas orang menempatkan diri dalam bahaya karena rutin meminum suplemen kalsium dengan dosis lebih tinggi dari 1.000 miligram per hari.

"Penting untuk memahami peran nutrisi dan sumbernya dalam hasil kesehatan, terutama jika efeknya mungkin tidak bermanfaat," kata Ilmuwan terkemuka Dr Fang Fang Zhang seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (10/4).

Penjualan suplemen telah meningkat dan kini hampir 34 persen orang Inggris mengonsumsi suplemen kesehatan setiap hari, sementara di AS mendekati angka 50 persen.

Profesor Hugh Montgomery, dari UCL Institute Human Health and Performance juga menegaskan, suplemen vitamin hanya menawarkan sedikit manfaat bagi kesehatan. Namun dapat membahayakan.

"Melengkapi beberapa vitamin dan atau mineral memang dapat bermanfaat bagi mereka yang berisiko terkena asam folat pada kehamilan atau osteoporosis. Namun, secara umum, mereka yang sehat lebih baik berkonsentrasi pada diet sehat kaya sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan buah daripada menghabiskan uang untuk suplemen," jelas Montgomery.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA