Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Yogyakarta Didorong Wujudkan Wisata Ramah Lansia

Kamis 28 Feb 2019 14:30 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Lansia bahagia. Ilustrasi

Lansia bahagia. Ilustrasi

Foto: Dailymirror
Wisatawan lansia cenderung melakukan kegiatan yang terbilang pasif.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kota Yogyakarta didorong untuk mewujudkan wisata ramah lansia. Indonesia jadi salah satu tujuan destinasi bagi wisatawan untuk berlibur. Namun, tidak semua destinasi wisata yang ada sudah ramah untuk para pengunjung lanjut usia (lansia).

Peneliti Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM), Dyah Widiastuti menilai, memang terdapat perbedaan besar. Sebab, keinginan berwisata bagi kaum lansia berbeda dengan wisatawan umumnya.

Ia mengatakan, keinginan berwisata mereka lebih condong untuk bisa berkumpul bersama dengan orang lain baik bersama keluarga maupun teman komunitas Itu yang menjadi motivasi bagi para lansia.

"Motivasi lansia untuk wisata lebih kepada sosial impersonal dan motivasi fisik," kata Dyah dalam diskusi Mobilitas dan Wisata Lansia di Ruang Seminar Puspar UGM, Selasa (26/2).

Dyah menuturkan, pengunjung lansia biasanya datang bersama anggota keluarga seperti anak, menantu dan cucu yang bahkan ikut berwisata dengan komunitas. Dari penelitiannya, ada delapan aktivitas lansia selama berwisata.

Mulai duduk, jalan-jalan, mengobrol, makan, membaca, mengasuh cucu, berfoto ria dan menikmati lingkungan. Menurut Dyah, wisatawan lansia cenderung melakukan kegiatan yang terbilang pasif.

"Dengan aktivitas yang dilakukan meyesuaikan ketersediaan fasilitas yang ada di obyek wisata yang dikunjungi," ujar Dosen Fakultas Geografi UGM tersebut.

Pada kesempatan itu, Dyah mengungkapkan catatan pola wisatawan lansia di Kota Yogyakarta yang didominasi lansia dengan kondisi sosial demografi dan ekonomi rendah. Karenanya, tempat wisata yang dipilih biasanya sekitar rumah mereka.

Mereka yang berkunjung ke obyek-obyek wisata biasanya datang berkelompok bukan secara individu. Dari penelitan itu, Dyah menyimpulkan, pengunjung wisata dari kelompok lansia lebih senang melakukan aktivitas yang berpusat kepada keluarga.

Untuk itu, ia merekomendasikan sebaiknya ruang destinasi wisata menyediakan media atraksi berupa ruang terbuka, jalan setapak dan konektivitas masa lalu. Lalu, aksesibilitas-aksesibilitas lain.

"Tempat parkir, zona antar, zona bersepeda, andong, bus, mobil, area istirahat dan jalur pejalan kaki yang landai dan rindang," kata Dyah.

Selanjutnya, perlu diperhatikan untuk amenitas. Diperlukan restoran terbuka dengan sajian makanan sehat, tempat duduk yang terlindung, toko cinderamata yang berhubungan dengan masa lalu dan tersedianya kelinik terdekat.

Selain itu, harus tersedia petugas yang ramah dan membantu para wisatawan lansia. Serta, lanjut Dyah, ketersediaan papan petunjuk informasi visual yang memudahkan para wisatawan.

Pengurus Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yoyakarta, Feriawan Agung Nugroho menutrkan, mereka tiap tahun sudah mengadakan kegiatan wisata bagi warga balai. Kepergian ke tempat wisata biasanya turut diikuti pendamping.

Misalnya, jika mengajak 130 orang lansia terdapat sekitar 50 pendamping, yang artinya satu pendamping bisa menangani sekitar lima orang. Dari pengalamannya, para lansia kerap terhambat di area parkir dan zona antar yang jauh dari loket.

Sehingga, lanjut Feriawan, di lokasi-lokasi wisata para lansia harus berjalan jauh. Padahal, kondisi fisik mereka kurang mendukung, dan lokasi wisata yang paling mudah aksesnya hanya pantai.

Selain itu, Feriawan menuturkan, di tempat-tempat wisata lansia kerap kesulitan menemukan kamar kecil yang ramah untuk lansia. Bahkan, tidak ada sandaran kursi bagi lansia selama berada di obyek-obyek wisata.

"Kita survei lokasi wisata yang landai, tidak banyak sandungan dan butuh pendopo atau rest area untuk acara kumpul, tapi nyaris penyedia wisata tidak sediakan ini," ujar Feriawan.

Temuan itu diamini salah satu pengelola penyedia paket wisata yang ada di Kota Yogyakarta, Fito. Ia mengakui, tidak semua tempat wisata di Yogyakarta telah menyediakan fasilitas khusus bagi lansia.

"Saat mendampingi tamu dari luar negeri, sulit memilih lokasi wisata yang cocok bagi wisatawan lansia," kata Fito.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA