Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Turunkan Stres dengan Jalan Kaki

Sabtu 06 Apr 2019 01:07 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Esthi Maharani

Berjalan kaki, salah satu cara melangsingkan tubuh

Berjalan kaki, salah satu cara melangsingkan tubuh

Berjalan kaki setiap hari juga dapat memberi dampak positif bagi kesehatan mental.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berjalan kaki setiap hari merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat menyehatkan tubuh. Ternyata, berjalan kaki setiap hari juga dapat memberi dampak positif bagi kesehatan mental.

Berdasarkan penelitian, berjalan kaki setiap hari dapat memberi manfaat bagi pikiran. Manfaat ini akan lebih terasa bila kegiatan berjalan kaki dilakukan di lingkungan yang baik dan dekat dengan alam.

Seperti dilansir Metro, berjalan kaki dan menghabiskan waktu di alam terbuka selama 20-30 menit dapat menurunkan kadar hormon stres bernama kortisol. Hormon ini dapat menurun hingga 10 persen hanya dengan melakukan jalan kaki setiap hari di alam terbuka.

Menghabiskan waktu lebih lama dari itu juga tetap dapat memberi manfaat. Akan tetapi manfaat terbaik bisa didapatkan pada 20 menit pertama.

Berjalan kaki di alam terbuka mungkin hal yang cukup sulit dilakukan oleh orang-orang yang hidup di tengah perkotaan. Meski begitu, bukan berarti manfaat berjalan kaki untuk menurunkan stres mustahil didapatkan.

Masyarakat yang hidup di perkotaan tak harus menemukan suasana alam terbuka untuk berjalan kaki. Menemukan area berjalan kaki yang ditumbuhi rumput atau bahkan pepohonan biasa juga sudah cukup.

"Anda perlu menghabiskan waktu 20-30 menit dengan berjalan kaki atau duduk (bila tidak mampu berjalan kaki) di tempat yang memberikan anda suasana alam," jelas ketua tim peneliti Dr Mary Carol Hunter.

Mengelola kadar stres dengan baik penting untuk dilakukan. Hormon stres yang terus-menerus tinggi di dalam tubuh dapat menimbulkan beberapa keluhan seperti peningkatan tekanan darah, sakit kepala hingga nyeri perut. Selain itu, bukti juga menunjukkan bahwa stres turut berkontribusi terhadap penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA