Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Mengapa Asam Lemak Esensial Dibutuhkan Tubuh?

Jumat 01 Mar 2019 12:19 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Anak memerlukan asupan asam lemak esensial untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Anak memerlukan asupan asam lemak esensial untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Foto: flickr
Konsumsi asam lemak esensial bisa mempengaruhi intelejensia anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asam lemak esensial dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan. Sayangnya masih banyak anak Indonesia yang kekurangan asam lemak essensial. Apa sebenarnya asam lemak essensial itu? Apa manfaatnya dan apa dampaknya bila kekurangan?

Baca Juga

Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi Pada Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB, Prof Dr Ir Ahmad Sulaeman, MS menjelaskan essential fatty acid (EFA) atau asam lemak esensial adalah kelompok asam lemak yang esensial terhadap kesehatan manusia dan harus tercukupi dari makanan.

Asam lemak adalah unsur pembentuk lemak, yang terbagi secara dua garis besar, asam lemak jenuh atau saturated fatty acid, dan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid). Asam lemak tak jenuh dibagi lagi menjadi dua yaitu asam lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acid (PUFA), dan asam lemak tak jenuh tunggal atau monosaturated fatty acid (MUFA). PUFA terdiri atas omega-3 dan omega-6, dan MUFA berupa omega-9.

Di dalam tubuh, omega-3 (asam linolenat/ALA) diubah menjadi EPA dan DHA. Adapun omega-6 (asam linoleat/LA) diubah menjadi ARA (arachidonat). “Keduanya sangat penting dalam pembentukan otak janin,” ujar Prof. Ahmad.

Selain ALA dan LA, yang termasuk PUFA dan asam lemak omega dengan rantai karbon lebih panjang (LC-PUFA) adalah asam arachidonat (ARA), asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosa heksaenoat (DHA).

Menurut spesialis anak dr Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K) asam lemak esensial memiliki banyak manfaat. Antara lain untuk perkembangan membran sel yang sehat, perkembangan dan fungsi yang tepat pada otak dan saraf, produksi hormone-like substances yang disebut eicosanoid seperti tromboxane, leukotriene dan prostaglandin yang bertanggung jawab pada regulasi tekanan darah, viskositas darah, vasokonstriks respon imun, dan inflamasi.

Ia menjelaskan, untuk sinaps-sinaps otak bisa saling tersambung dibutuhkan asam lemak esensial. Makin banyak sambungan sinaps, makin tinggi tingkat intelejensia anak. Dan ini terbentuk secara optimal dalam 1.000 hari pertama kehidupan. “Ini adalah periode kritis, itu bekal untuk masa depannya. Efek kekurangan asam lemak itu jangka pendek dan jangka panjang,” tutur dr Bernie.

Apa jadinya bila anak kekurangan asam lemak essensial? Menurutnya, anak yang kekurangan (defisiensi) asam lemak esensial akan mengalami antara lain kulit dan rambut kering, kulit kasar, berketombe, mata terasa kering.

Kekurangan asam lemak esensial juga berpengaruh terhadap atensi dan perilaku. “Misalnya gangguan perhatian, gangguan konsentrasi, gangguan kognitif, rewel, moody, dan mudah emosi,” ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA