Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Latihan Interval Lebih Efektif Turunkan Berat Badan

Senin 18 Feb 2019 11:35 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

Warga Denpasar lari joging di pematang sawah kawasan terbuka hijau Subak Sembung Denpasar Bali.

Warga Denpasar lari joging di pematang sawah kawasan terbuka hijau Subak Sembung Denpasar Bali.

Foto: Yogi Ardhi/Republika
Anda bisa memilih lari, joging, berjalan, atau bersepeda.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penelitian baru menemukan ketika menurunkan berat badan, latihan interval mungkin merupakan bentuk latihan yang lebih efektif daripada melakukan latihan intensitas sedang terus-menerus.

Baca Juga

Penelitian yang dilakukan peneliti di Universitas Federal Goiás dan Universitas Federal Para, Brasil dan Sekolah Olahraga, Kesehatan dan Ilmu Sosial, Inggris ini menganalisis 41 studi yang melibatkan 1.115 orang untuk analisis kualitatif dan 36 studi yang melibatkan 1012 orang untuk meta-analisis. Studi-studi ini secara langsung atau tidak langsung membandingkan latihan interval dengan latihan intensitas sedang secara terus-menerus selama empat minggu.

Dilansir di Malay Mail, temuan ini dipublikasikan secara online pada 15 Februari di British Journal of Sports Medicine. Itu menunjukkan pelatihan interval dan latihan intensitas sedang yang berkelanjutan mengurangi berat keseluruhan dan persentase lemak tubuh yang membentuk berat badan. Terlepas dari jenis kelamin peserta atau berat badan mereka pada awal penelitian.

Namun, meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan dalam persentase pengurangan lemak tubuh antara kedua jenis latihan, para peneliti menemukan pelatihan interval tampaknya lebih efektif untuk penurunan berat badan daripada latihan intensitas sedang terus-menerus. Latihan interval memberikan pengurangan berat 28,5 persen lebih besar dalam berat badan secara keseluruhan.

Selain itu, latihan interval berlari memiliki efek yang lebih besar pada penurunan berat badan jika dibandingkan dengan latihan intensitas sedang. Faktor-faktor lain juga tampaknya memiliki pengaruh positif pada efek latihan interval, termasuk menjadi lebih muda dari 30 tahun. Berjalan, berlari, dan joging bisa menjadi latihan pilihan Anda, dan melakukan program selama lebih dari 12 pekan.

Para penulis mencatat karena sebagian besar pedoman aktivitas fisik merekomendasikan latihan yang setara dengan satu jam atau lebih setiap hari untuk mencapai berat badan idela (420 menit atau lebih per pekan), sedikit orang yang dapat mencapainya. Temuan baru menunjukkan, latihan interval yang dilakukan dengan intensitas tinggi dengan periode pemulihan teratur, bisa lebih efektif untuk hasil penurunan berat badan dan membutuhkan waktu lebih sedikit.

Dua jenis pelatihan interval yang paling umum adalah pelatihan interval intensitas tinggi (HIIT) yang telah meningkat popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir dan mencakup berbagai latihan seperti latihan interval lari, joging, jalan cepat, dan bersepeda.

Namun, tim mengingatkan, meskipun temuan menunjukkan pelatihan interval berlari mungkin lebih efektif dari keduanya, berbagai macam program pelatihan interval yang berbeda termasuk dalam analisis mereka. Itu membuat sulit untuk  merekomendasikan secara umum satu bentuk latihan interval tertentu adalah yang terbaik untuk mengurangi lemak tubuh tubuh.

“Penting untuk menyadari kemungkinan risiko dan peringatan yang terkait dengan pelatihan intensitas tinggi,” kata para peneliti.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA