Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Pertemanan Pengaruhi Kesehatan

Rabu 06 Feb 2019 05:11 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ani Nursalikah

Wanita tertawa bersama teman-temannya (Ilustrasi)

Wanita tertawa bersama teman-temannya (Ilustrasi)

Foto: Huffingtonpost
Menghargai diri dan menginspirasi orang berdampak positif pada kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika seseorang ingin memiliki tubuh sehat, hal-hal yang umumnya terlintas adalah memakan sayuran, jus buah, atau berolahraga. Selain gaya hidup sehat itu, lingkaran perteman ternyata juga berpengaruh terhadap kesehatan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Waterloo menemukan mahasiswa perempuan yang dikelilingi teman-teman berpikiran positif terbukti lebih mudah menerapkan makan intuitif, menghargai diri sendiri, dan meningkatnya kepuasan hidup. Sementara yang berteman dengan orang yang fokus pada bentuk badan memiliki dampak yang sebaliknya.

"Perempuan bisa mendapatksn manfaat dari berinteraksi dengan orang-orang yang fokusnya bukan pada tubuh, tapi pikiran. Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan sealama satu hari tetapi juga hari-hari lainnya," tertulis dalam laporan, dikutip Mind Body Green.

Pola makan intuitif tidak hanya fokus kepada capaian penurunan berat badan tetapi juga dikaitkan dengan kebiasaan makan yang lebih sehat. Lebih jauh, pola makan ini bisa bekerja secara efektif menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh, termasuk mendukung kesehatan pencernaan.

Demikian halnya dengan menghargai diri sendiri dan menginspirasi orang berdampak positif terhadap kesehatan mental. Tubuh yang tidak sehat bisa dipengaruhi kondisi kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara ketidakpuasan tubuh dengan buruknya suasana hati.

Jadi, penting memperbaiki cara pandang terhadap diri sendiri dan cara pandang orang yang ada disekeliling kita. "Jika lebih banyak orang yang mencoba fokus pada cara pandang dari pada bentuk tubuh, akan ada perubahan norma di masyarakat tentang fisik perempuan," ujar Kathryn Miller, ketua tim penulis.

Penting untuk diingat sikap positif tidak selalu muncul setiap saat. Setiap orang pasti akan menghadapi lingkungan yang berpikiran negatif. Oleh karena itu, kita harus bersikap positif dan lembut terhadap diri sendiri dan orang lain.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA