Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Kanker Serviks Perlu Waktu Lama untuk Berkembang

Jumat 01 Feb 2019 07:17 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah

Pasien melakukan konsultan dengan bidan, saat pada pemeriksaan massal Kanker Serviks Serentak melalui Ivatest. (Mahmud Muhyidin)

Pasien melakukan konsultan dengan bidan, saat pada pemeriksaan massal Kanker Serviks Serentak melalui Ivatest. (Mahmud Muhyidin)

Foto: Mahmud Muhyidin
Gejala atau keluhan biasanya baru muncul ketika kanker sudah memasuki stadium 2.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker serviks (mulut rahim) termasuk sebagai penyakit yang lama berkembang. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan onkologi ginekologi RS Pondok Indah Fitriyadi Kusuma menjelaskan, tidak ada gejala untuk tahap awal dan perlu fase yang panjang untuk masuk tahap menjadi kanker.

“Penyebab dan kehadiran kanker serviks dapat dideteksi. Terlebih, kanker ini termasuk yang slow-growing. Diperlukan fase yang panjang dari tahap infeksi sampai menjadi kanker," katanya.

Jenis kanker tersebut disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Biasanya pada tahap awal tidak menunjukkan gejala atau keluhan. Gejala atau keluhan biasanya baru muncul ketika kanker sudah memasuki stadium 2 atau lebih. 

Keputihan yang berulang meski telah diobati, juga postcoital bleeding (pendarahan pascasenggama) kerap menjadi gejala yang dirasakan. Meski begitu, gejala-gejala itu tidak selalu merujuk pada kanker serviks.

"HPV memiliki masa inkubasi selama sembilan-12 bulan. Kemudian setelahnya, memasuki fase lesi pra-kanker," kata Fitriyadi.

Ia menjelaskan, ada tiga sub pada fase dalam perkembangan HPV, yakni Atypical, Low Grade Lession, dan High Grade Lession. Sampai pada Low Grade Lession, masih ada kemungkinan infeksi HPV menghilang meski tanpa tindakan medis. Jika terus berkembang, barulah menjadi kanker.

“Sebuah kenyataan yang tidak mengenakkan, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia," kata lulusan Universitas Indonesia ini.

Ia mengingatkan posisi penderita kanker serviks yang tinggi karena sering kali perempuan tidak sadar hingga menjadi kanker.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA