Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Terapkan Makan Sehat, Ingat 4 J

Ahad 24 Mar 2019 08:58 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Indira Rezkisari

Makan Sehat. Makanan yang diolah secara kukus, seperti pepes, direkomendasikan pakar kesehatan karena lebih menyehatkan.

Makan Sehat. Makanan yang diolah secara kukus, seperti pepes, direkomendasikan pakar kesehatan karena lebih menyehatkan.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Jumlah, jadwal, jenis, dan jurus masak kunci penting makan sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makan makanan sehat merupakan salah satu kunci untuk menjaga kesehatan tubuh. Banyak cara yang bisa dilakukan agar dapat mengonsumsi makanan sehat.

Spesialis Gizi Klinis, MRCCC Siloam Hospitals, dr. Samuel Oetoro menilai, konsep makanan sehat tidak susah untuk diterapkan. Oetoro menjelaskan ada empat hal yang perlu diingat untuk menerapkan makanan sehat.

"Soal konsep makanan sehat itu gampang, tidak susah, ingat selalu 4 J, yakni jumlah, jadwal, jenis dan jurus Masak," kata Oetoro saat dihubungi Republika.

Jumlah
Makanan sehat itu jumlahnya harus disesuaikan dengan ukuran yang mengonsumsi. Bagi yang memiliki berat badan yang ideal, maka mengonsumsi makanan sehat tidak perlu menambahkan maupun mengurangi porsi, cukup yang sedang-sedang saja.

Sedangkan, bagi pemiliki berat badan lebih atau gemuk, jumlah  makanan sehat harus dikurangi. Hal itu, menurut Oetoro agar dapat menurunkan berat badan yang berlebihan.

Begitu juga sebaliknya, bagi pemilik badan yang kurus. "Jika berat badan kurang maka jumlahnya harus ditambah agar naik berat badannya," ungkapnya.

Jadwal
Membuat jadwal makan sangat penting untuk membiasakan diri. Karena itu, kebiasan akan menentukan jumlah makanan yang perlu dikonsumsi setiap harinya.

"Sejak kecil kita dibiasakan makan tiga kali sehari. Jadi kebiasaan tubuh kita mendapat suplai makanan pada pagi, siang dan malam hari. Itu tidak boleh dihapus," katanya.

Namun, ada pengecualian terhadap orang yang memiliki sakit maag dan diabetes. Kedua penyakit tersebut harus menambahkan makanan selingan agar penyakitnya tidak kambuh.

Jenis
Makanan sehat harus memiliki zat yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan yang ada dalam tubuh. Jenis makanan sehat harus mengandung karbohidrat, protein dan lemak.

Karbohidrat terdiri menjadi dua yakni, karbohidrat sederhana (non-serat) dan karbohidrat komplek (serat). Karbohidrat sederhana terdapat di dalam gula pasir, gula Jawa, gula aren dan gula batu. Sedangkan, nasi merah, nasi hitam, roti gandum dan kentang dikategorikan ke dalam karbohidrat komplek karena mengandung banyak serat.

Kedua, makanan yang mengandung protein. Protein bisa diperoleh dari dari sumber makanan yang hidup atau hewani, seperti ikan, telur, dan daging. Sedang untuk melengkapi kebutuhan protein, tubuh juga membutuhkan sumber protein nabati yang terkandung dalam tahu, tempe, maupun kacang.

Ketiga, lemak sehat di dalam ikan seperti salmon maupun sarden yang mengandung omega tiga. Kemudian omega enam yang terkandung didalam kacangan dan omega sembilan yang terkandung di dalam minyak zaitun.

Jenis makanan tersebut sangat baik bagi kesehatan. Namun, Oetoro mengingatkan agar menjauhi lemak jenuh yang terkandung di dalam minyak goreng.

"Asam lemak jenuh juga harus dihindari, seperti yang terkandung dalam minyak goreng termasuk pada kulit ayam. Itu yang tidak boleh," jelasnya.

Jurus Masak
Prinsip memasak agar makanan bisa dikonsumsi secara sehat adalah dengan cara selain selain menggoreng. Menurut Oetoro, menggoreng akan mengakibatkan tingginya kolesterol yang terkandung di dalam minyak dan merusak makanan.

"Apalagi menggunakan minyak yang berulang, itu asam lemaknya bisa menempel di pembuluh darah dan berakibat cukup fatal bagi kesehatan tubuh."

Dia menerangkan, metode memasak yang baik adalah dengan cara dibakar, kemudian dipepes, kukus, rebus atau bisa saja dipanggang atau dibakar. Itulah cara yang sehat agar tetap menjaga kandugan gizi pada makanan yang berkualitas.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA