Wednesday, 10 Jumadil Awwal 1440 / 16 January 2019

Wednesday, 10 Jumadil Awwal 1440 / 16 January 2019

Menyantap Makanan Organik Disebut Tekan Risiko Kanker

Jumat 09 Nov 2018 12:11 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Ani Nursalikah

Bibit bermacam tanaman sayur organik.

Bibit bermacam tanaman sayur organik.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Namun, ada sejumlah keterbatasan selama proses penelitian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi menyatakan menyantap banyak makanan organik dapat memperkecil risiko terserang kanker. Kesimpulan itu didapat setelah melakukan penelitian pada 68.946 responden di Prancis sejak 2009.

Baca Juga

Partisipan diminta menjawab pertanyaan mengenai makanan yang mereka makan dan seberapa sering mengonsumsi makanan organik. Pada 2016, partisipan yang lebih sering makan produk organik, termasuk daging dan olahan susu risiko kankernya 25 persen lebih rendah daripada yang tidak pernah makan makanan organik.

Dari situ para peneliti menyimpulkan makanan organik mampu menekan risiko kanker. "Walaupun studi butuh konfirmasi lanjut, mempromosikan makanan organik kepada masyarakat bisa jadi strategi yang menjanjikan untuk mencegah kanker," demikian dijelaskan tim peneliti di jurnal JAMA Internal Medicine.

Akan tetapi hasil itu juga mencantumkan sejumlah keterbatasan selama proses penelitian. Contohnya, para partisipan berasal dari golongan terdidik dan cenderung lebih memahami gaya hidup sehat daripada orang kebanyakan. Sebanyak 78 persen partisipan adalah wanita.

Tim dari Harvard memberikan catatan atas hasil studi tersebut. Salah satunya karena tim peneliti tidak mengecek kandungan residu pestisida pada tiap partisipan. Mereka juga mengatakan kuesioner tidak divalidasi sehingga sulit memahami apa yang sebenarnya sedang diukur.

Onkolog dari The Center for Cancer Prevention and Treatment di St Joseph Hospital di California, Timothy Byun, menanggapi temuan tersebut. Kepada Healthline, ia menyatakan studi itu melibatkan sampel yang sangat besar. Namun, analisisnya terbatas mengingat kuesionernya tidak tervalidasi.

"Tidak ada tes urine atau darah untuk benar-benar mengecek paparan pestisida pada masing-masing orang dan hubungannya dengan konsumsi makanan organik," jelas Byun.

Seperti para ahli Harvard, Byun mengatakan masih belum jelas apakah makanan organik benar memberikan manfaat sebagai pencegah kanker. Komentar dari Harvard juga menyebut ada faktor diet yang dikenal sebagai pencegah kanker.

"Aku setuju dengan rekomendasi Asosiasi Kanker Amerika mengenai diet kaya buah, sayuran, mengurangi daging merah dan daging olahan, membatasi minum alkohol, berhenti merokok, dan rutin berolahraga," ungkap Byun.

Ia meyakini pola makan berbasis sayuran atau diet mediterania adalah jenis pola makan terbaik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES