Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh dengan Air Tawar, Bukan Berasa

Kamis 08 Nov 2018 15:31 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Ani Nursalikah

Air minum dingin dengan es batu.

Air minum dingin dengan es batu.

Foto: Flickr
Masyarakat Indonesia sudah memiliki kesadaran memenuhi hidrasi sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pakar menyarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan air minum tawar, bukan air berwarna atau berasa. Hidrasi sehat adalah kecukupan volume air dalam tubuh yang disesuaikan antara kebutuhan dan karakteristik cairan (kimia/fisik/biologi) sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

Baca Juga

Publikasi Liq.in 7 (European Journal of Nutrition) 2018 menunjukkan 78 persen anak-anak, 79 persen remaja, 72 persen dewasa dari total 3.644 partisipan telah tercukupi kebutuhan cairannya. Dalam pemenuhan cairan tersebut, air tawar adalah kontributor total asupan cairan untuk seluruh umur (76 sampai 81 persen).

Namun, masyarakat Indonesia masih tinggi dalam mengonsumsi minuman bergula yang ditunjukkan sebanyak 24 persen anak, 41 persen remaja, dan 33 persen dewasa mengonsumsi 1 porsi (250 ml) minuman bergula per hari. Profesor di bidang Nutrisi dari Arizona State University, AS, Prof Stavros A Kavouras mengatakan hasil penelitian Liq.in 7 tersebut memperlihatkan masyarakat Indonesia sudah memiliki kesadaran dalam memenuhi hidrasi sehat.

”Total asupan cairan masyarakat lndonesia sudah meningkat, tapi hal tersebut diiringi juga dengan peningkatan asupan minuman bergula. Asupan minuman bergula yang berlebihan dapat secara signifikan meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus dan dapat menyebabkan penyakit lain, seperti ginjal," ujarnya disela konferensi pers The 2nd Indonesian Hydration and Health Conference (IH2C), di Jakarta, Rabu (7/11).

photo

Ilustrasi minum air tawar.

Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG) Prof Budi Wiweko mengatakan kesadaran masyarakat di Indonesia terhadap pentingnya minum air sangat dipengaruhi oleh letak geografis dan status sosioekonomi, dan juga tersedianya akses air minum yang aman. Untuk memenuhi kebutuhan cairan, ia menyarankan konsumsi dua liter atau delapan gelas untuk dewasa, 2,5 liter untuk ibu hamil, 2,7 sampai 2,8 liter liter untuk ibu menyusui, dan enam gelas untuk anak.

“Minum bisa dibagi dari pagi, siang sore sampai malam. Yang paling bagus minumnya jangan sampai dalam waktu empat jam tidak minum karena produksi urine itu empat jam harusnya sudah buang air kecil, empat sampai lima jam tidak buang air kecil berarti kita kurang minum,” ujarnya.

Ia mengatakan total asupan air dua liter itu hanya dihitung air tawar saja, tidak termasuk teh dan kopi atau minuman main lainnya, kecuali kopi dan tehnya sangat encer. Pada teh atau kopi kental, komponen air sangat sedikit, apalagi kalau ditambahkan gula.

“Makanya dianjurkan teh tanpa gula, kopi tanpa gula, susu tanpa gula,” katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES