Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Ponsel Pintar Berefek Buruk untuk Balita

Senin 05 Nov 2018 06:36 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah

Anak main gadget. Ilustrasi

Anak main gadget. Ilustrasi

Foto: Telegraph
Setengah dari masalah kesehatan mental berkembang pada masa remaja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menghabiskan banyak waktu memainkan smartphone atau ponsel pintar telah terungkap bisa berikan efek buruk. Bahkan efek tidak baik ini bisa berdampak pada usia dini menurut studi baru.

Setelah hanya satu jam untuk main di depan layar, anak-anak dan remaja mungkin mendapatkan efek yang tidak baik. Sebuah penelitian AS yang diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine Reports menyatakan, efek itu akan menimbulkan lebih sedikit rasa ingin tahu, mengatur diri yang lebih rendah, dan stabilitas emosi yang lebih rendah, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kecemasan dan depresi.

Para peneliti menemukan, mereka yang berusia 14 hingga 17 tahun lebih berisiko terhadap efek buruk semacam itu. Namun, mereka pun melihat korelasi pada anak-anak dan balita yang lebih kecil yang otaknya masih berkembang juga. Penelitian ini mencakup data tentang lebih dari 40 ribu anak-anak berusia dua hingga 17 tahun di Amerika Serikat yang disediakan oleh orang tua untuk survei kesehatan nasional pada 2016

"Setengah dari masalah kesehatan mental berkembang pada masa remaja. Dengan demikian, ada kebutuhan akut mengidentifikasi faktor yang terkait dengan masalah kesehatan mental yang dapat menerima intervensi dalam populasi ini, karena sebagian besar pendahulu sulit atau tidak mungkin untuk dipengaruhi," menurut penulis Profesor Jean Twenge dari San Diego State University dan Profesor Keith Campbell dari University of Georgia, dikutip dari Independent, Senin (5/11).

Studi ini menemukan, balita yang menggunakan layar dua kali lebih besar untuk kehilangan kesabaran. Kemudian, sembilan persen dari mereka yang berusia 11 hingga 13 tahun yang menghabiskan satu jam sehari di layar membuat mereka tidak ingin tahu dalam mempelajari hal-hal baru, sebuah angka yang naik menjadi 22,6 persen untuk waktu layarnya tujuh jam sehari atau lebih.

National Institute of Health mengklaim kaum muda menghabiskan rata-rata lima hingga tujuh jam di layar pada waktu luang mereka. Peneliti mendesak orang tua dan guru untuk mengurangi waktu yang dihabiskan anak-anak untuk bermain ponsel pintar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA