Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Dampak Negatif Vape pada Penyembuhan Luka Kulit

Sabtu 03 Nov 2018 17:36 WIB

Rep: MGROL 111/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektronik (vape) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/11).

Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektronik (vape) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/11).

Foto: Antara/M Agung Rajasa
Rokok dan vape memiliki efek yang sama dalam menunda penyembuhan luka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bila anda berpikir vape atau rokok elektronik tak berbahaya dibandingkan dengan rokok kretek mungkin perlu dipertimbangkan kembali.Sebuah penelitian telah menemukan bahwa vaping dapat berdampak negatif pada penyembuhan luka kulit, menyebabkan kerusakan serupa yang biasanya disebabkan oleh rokok tradisional. Itu artinya baik rokok elektronik dan rokok tradisional sama berbahaya.

Para peneliti dari Boston Medical Center (BMC) di AS menemukan paparan baik vaping rokok dan rokok tradisional, keduanya dikaitkan dengan peningkatan kerusakan jaringan, yang menunda penyembuhan luka. Para peneliti juga menyarankan bahwa pasien harus berhenti merokok beberapa bulan sebelum operasi seperti yang dilansir melalui India Times.

Setelah dua pekan melakukan percobaan, mereka menemukan bahwa ada peningkatan kematian jaringan secara statistik pada flap yang dicangkokkan pada kelompok yang terpapar rokok elektrik atau rokok tradisional.

“Berdasarkan temuan kami, vape bukanlah alternatif yang aman untuk rokok tradisional karena berkaitan dengan penyembuhan luka yang tepat waktu,” kata Jeffrey Spiegel, kepala operasi plastik wajah di BMC. 

“Penyedia, dan pasien perlu memahami risiko dari kedua jenis merokok sehingga mereka dapat membuat keputusan terbaik untuk menjaga pasien seaman mungkin sebelum dan setelah operasi,” kata Spiegel.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA