Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Studi: Terlalu Banyak Zat Besi Bisa Sebabkan Stroke

Senin 29 Oct 2018 15:38 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Stroke (ilustrasi)

Stroke (ilustrasi)

Foto: AP
Peneliti tidak menganjurkan pasien berisiko stroke mengurangi asupan zat besi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa risiko terkena stroke (terutama jenis yang dihasilkan dari gumpalan darah atau hambatan lain yang bergerak dari jantung) tampaknya lebih besar pada orang yang memiliki kadar zat besi lebih tinggi. Para ilmuwan dari Imperial College London di Inggris meneliti risiko stroke pada orang-orang yang memiliki informasi tentang kadar zat besi mereka dan apakah mereka memiliki perbedaan genetik yang mengubah status zat besi dalam tubuh.

Laporan dalam jurnal terkait stroke dari para ilmuwan menghasilkan bukti yang menunjukkan bahwa mereka dengan kadar besi yang "ditentukan secara genetik lebih tinggi" memiliki risiko lebih besar mengalami stroke. Selain itu, tampaknya bahwa efek ini didorong oleh peningkatan risiko stroke kardioembolik. Stroke kardioembolik adalah jenis stroke di mana darah dalam pembuluh yang memasok otak terhambat karena obstruksi yang telah berpindah dari jantung.

Baca Juga

Peneliti mengingatkan, bagaimanapun, bahwa orang tidak boleh menggunakan temuan ini sebagai alasan untuk mencoba mengubah kadar zat besi. Mereka menyerukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hasil mereka dan juga mencari tahu mengapa zat besi dapat memiliki efek ini.

"Ini adalah temuan tahap awal. Dan kami tentu saja tidak menganjurkan pasien yang berisiko stroke mengurangi asupan zat besi mereka, karena itu memiliki banyak peran penting dalam tubuh," ujar pemimpin studi Dr. Dipender Gill, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat di Imperial College London seperti dilansir dari laman Medical News Today, Senin (29/10).

Saat ini Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15 juta orang mengalami stroke setiap tahun. Berdasarkan angkat tersebut, sekitar lima juta orang meninggal dan lima juta lainnya mengalami kecatatan atau kendala dalam hidup.

Sementara itu, besi memiliki banyak kegunaan dalam tubuh, yang utama adalah membawa oksigen dalam sel darah merah. Para penulis menjelaskan bahwa penelitian telah meneliti hubungan antara kadar besi dan risiko stroke, tetapi hasilnya telah "bertentangan."

Beberapa penelitian, misalnya, telah mengaitkan peningkatan risiko stroke dengan kadar besi yang rendah, sementara yang lain mengaitkannya dengan kadar zat besi yang tinggi. Selain itu, ada juga penelitian yang tidak menemukan tautan sama sekali.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA