Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Yoga pada Pria Kurangi Kejadian Aborsi Spontan

Jumat 26 Oct 2018 09:12 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Indira Rezkisari

Bayi baru lahir.

Bayi baru lahir.

Foto: Pexels
Kebiaaan tidak sehat mempengaruhi kesehatan DNA sperma.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh All India Institute of Medical Sciences (AIIMS), New Delhi, latihan yoga secara teratur oleh pria dapat mengurangi kejadian aborsi spontan berulang. Alasannya yoga bisa meningkatkan kualitas DNA sperma.

Penelitian ini dilakukan oleh para ahli dari Departemen Anatomi bekerjasama dengan Departemen Obstetri dan Ginekologi, yang diterbitkan di Andrologia pada Oktober, dan International Journal of Scientific Research, edisi Februari.

Sebagai bagian dari studi, 60 pria dalam pasangan dengan aborsi spontan berulang dibuat untuk berlatih yoga secara teratur, kata Rima Dada, profesor yang bertanggung jawab di Laboratorium Molekuler Reproduksi dan Genetika, Departemen Anatomi di AIIMS. Orang-orang ini tidak memiliki sejarah melakukan yoga sebelum dimasukkan dalam penelitian. Mereka dibuat untuk melakukan yoga selama 90 hari.

"Para pria ini (yang ikut studi yoga) memiliki tekanan oksidatif seminalis (radikal bebas yang berlebihan) dan kerusakan DNA sperma yang mengganggu perkembangan pasca fertilisasi embrio normal dan dengan demikian mengakibatkan aborsi," kata Dada, dilansir dari laman The Indian Express.

Dada mengatakan kebiasaan sosial yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol berlebih, makanan cepat padat kalori dan makanan yang penuh nutrisi, gaya hidup yang tidak aktif, penggunaan ponsel yang berlebihan, tingkat stres psikologis yang tinggi, kegemukan semuanya berkontribusi terhadap stres oksidatif dan kerusakan DNA. Integritas DNA sperma sangat penting untuk kelahiran bayi yang sehat, dan berdampak pada kesehatan seumur hidupnya.

"Sperma matang memiliki mekanisme perbaikan DNA yang sangat mendasar dan tidak lengkap, sehingga lebih baik untuk mengikuti kebijakan pencegahan lebih baik daripada mengobati dengan mengikuti gaya hidup sehat (peningkatan asupan makanan nabati utuh yang tidak diolah) dan meminimalkan paparan atau asupan faktor menyebabkan stres oksidatif yang mengganggu integritas genomik," katanya.

Adopsi yoga telah terbukti menurunkan OS, mengurangi fragmentasi DNA, dan dengan demikian meningkatkan integritas genom dan menormalkan transkrip sperma, secara positif berdampak pada epigenome sperma. Ini dapat membantu dalam perkembangan embrio normal, dan mengurangi insiden cacat genetik, serta epigenetik pada keturunan, dan mengurangi kejadian aborsi spontan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA