Monday, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Monday, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Terlalu Banyak Kolesterol Baik Ternyata Berbahaya

Rabu 29 August 2018 20:40 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kolesterol

Kolesterol

Foto: ist
Kolesterol baik ternyata tak berpengaruh banyak bagi penderita jantung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kolesterol baik atau lipoprotein kepadatan tinggi (HDL) ternyata tidak sepenuhnya bebas risiko kesehatan bagi tubuh. Studi terbaru mengungkap, jumlah HDL yang terlalu banyak terbukti berbahaya bagi pasien pengidap penyakit jantung.

Penelitian digagas oleh ilmuwan dari Sekolah Kedokteran Universitas Emory di Atlanta. Temuan sudah dipresentasikan pada Kongres Kardiologi Masyarakat Eropa 2018 di Wina, Austria, namun belum dipublikasikan dalam jurnal medis.

Kolesterol baik atau HDL telah lama dipuji karena pengaruh positifnya bagi tubuh, termasuk kemampuan membersihkan arteri dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Sayangnya, pada orang yang sudah mengidap penyakit kardiovaskular, efek itu tak berlaku.

"Kadar kolesterol baik yang tinggi justru membuat pasien pengidap kardiovaskular lebih berisiko terkena serangan jantung, bahkan kematian. Molekul HDL sangat kompleks dan melakukan banyak hal dalam tubuh," ungkap penulis utama studi, Dr Marc Allard-Ratick.

Para peneliti menarik kesimpulan setelah menganalisis 6.000 pasien yang didiagnosis dengan penyakit kardiovaskular atau memiliki kemungkinan tinggi mengidapnya. Selain mengukur tingkat HDL, tim juga menyimak riwayat medis dan latar belakang kesehatan pasien.

Peserta dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan kadar kolesterol HDL dalam darah. Kemudian, peneliti mengikuti perkembangan pasien selama empat tahun. Ternyata, sebanyak 769 pasien dengan HDL tinggi meninggal dunia karena mengalami serangan jantung.

Allard-Ratick mengatakan, pasien dengan kadar kolesterol HDL di atas 60 mg/dL berisiko 50 persen lebih besar terkena serangan jantung atau meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Namun, peneliti belum menemukan alasan tingginya kadar HDL menyebabkan efek negatif itu.

Tim memiliki hipotesis bahwa pada tingkat yang sangat tinggi, molekul HDL tidak melakukan fungsinya secara efisien sehingga menghasilkan penumpukan kolesterol dalam darah. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami risiko serta mekanisme hipotesis itu, dilansir dari laman Live Science.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES