Senin, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Senin, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Bahaya Paparan Rokok Bagi Anak akan Terbawa Hingga Dewasa

Selasa 21 Agustus 2018 02:40 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya

Asap rokok

Asap rokok

Foto: pixabay
Anak yang orang tuanya merokok berisiko terkena asma dan perkembangan paru-parunya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian di Amerika Serikat mengungkapkan bahaya paparan rokok kepada anak-anak akan terbawa hingga dewasa. Padahal, mereka tidak merokok ketika dewasa, namun, dampak sejak kecil akan terus ada.

Perokok pasif pada masa kanak-kanak kemungkinan akan menambah tujuh kematian untuk setiap 100 ribu orang dewasa yang tidak merokok setiap tahun. Hasil itu diperoleh dari studi American Cancer Society yang melibatkan 70.900 pria dan wanita non-perokok.

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine ini mencoba menggali peserta  dengan pernyataan tentang paparan terhadap rokok sepanjang hidup. Kemudian kesehatan mereka dilacak selama 22 tahun ke depan.

Para ahli mengatakan, cara terbaik untuk melindungi anak-anak adalah berhenti merokok. Kalau peserta tinggal dengan seorang perokok selama masa dewasa, ada implikasi kesehatan lain.

Paparan asap dari 10 jam atau lebih setiap pekan meningkatkan risiko kematian mereka dari penyakit jantung iskemik sebesar 27 persen, stroke sebesar 23 persen, dan penyakit paru obstruktif kronik sebesar 42 persen dibandingkan dengan mereka yang hidup dengan bukan perokok.

Anak-anak yang orang tuanya merokok diketahui berisiko terkena asma dan perkembangan paru-paru yang buruk. Studi ini menunjukkan bahwa efek paparan asap pada masa kanak-kanak bertahan hingga dewasa, sehingga menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik.

Sementara para peneliti berfokus pada risiko kematian, mereka menekankan, perokok pasif masa kecil juga dapat meningkatkan penyakit kronis dan ketergantungan kesehatan di kemudian hari. "Temuan kami memberikan bukti lebih lanjut untuk mengurangi paparan asap bekas sepanjang hidup," ujar salah satu penulis studi Dr Ryan Diver, dikutip dari BBC, Selasa (21/8).

Penasihat medis untuk British Lung Foundation Dr Nick Hopkinson menyatakan, setuju dengan hasil studi yang dirilis. Dia mengatakan, perokok pasif memiliki dampak yang langgeng di masa kanak-kanak.

"Kita perlu memastikan bahwa semua orang, terutama orang tua dari anak-anak dan wanita hamil yang merokok, mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan untuk berhenti," ujar Hopkinson.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES