Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Pulang Kerja Cek Email Pekerjaan Bahayakan Kesehatan

Sabtu 11 August 2018 15:25 WIB

Red: Nur Aini

Stress (ilustrasi)

Stress (ilustrasi)

Foto: under30ceo.com
Mereka yang bekerja pada malam hari atau akhir pekan cenderung mengeluhkan kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, VIRGINIA -- Penelitian yang dilakukan Universitas Virginia Tech mengungkap mengecek email terkait pekerjaan selepas jam kantor atau sesaat mereka membuka mata di pagi hari bisa membahayakan kesehatan. Karyawan yang melakukan hal itu terbukti memiliki tingkat kecemasan yang berbahaya bagi kesehatan mereka.

Studi yang dilakukan menunjukkan "batasan yang fleksibel" antara urusan pribadi dan pekerjaan meningkatkan stress. Hal itu membuat seseorang jadi tak sadar dengan suasana sosial yang ada.

"Tuntutan kerja dan kehidupan non-kerja yang bersaing menghadirkan dilema bagi karyawan, yang memicu perasaan cemas dan membahayakan pekerjaan serta kehidupan pribadi," kata rekan penulis William Becker, profesor manajemen di Pamplin College of Business dilansir Daily Mail.

Temuan tersebut menambah semakin banyaknya bukti bahwa "batasan kerja fleksibel" sering berubah menjadi "kerja tanpa batas". Hal itu berkonsekuensi pada atasan menganggap staf tidak akan pernah istirahat.

Kekhawatiran itu muncul dari jutaan karyawan yang membaca email sebelum mereka pergi tidur dan pertama kali saat mereka bangun tidur. Studi Becker menemukan hal itu berdampak menimbulkan ketegangan dan kecemasan, bagi mereka dan pasangan mereka, atau anak-anak mereka.

Hasil itu adalah makalah pertama yang mengidentifikasi fenomena yang memiliki implikasi bagi pekerja kantor di seluruh dunia. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan tekanan dari tuntutan pekerjaan yang meningkat menyebabkan ketegangan dan konflik dalam hubungan keluarga.

Hal itu terjadi ketika karyawan tidak dapat memenuhi peran non-kerja di rumah. "Seperti ketika seseorang membawa pekerjaan ke rumah untuk menyelesaikannya," kata Dr Becker.

Menurut Becker, dampak berbahaya dari budaya organisasi 'yang harus selalu siap sedia' sering tidak diketahui atau disamarkan sebagai manfaat. Hal itu juga sering dianggap sebagai peningkatan kenyamanan atau otonomi yang lebih tinggi dan kontrol atas batas-batas kehidupan kerja.

"Penelitian kami mengekspos realitas, (bahwa) "batasan kerja fleksibel" sering berubah menjadi "kerja tanpa batas," mengorbankan kesehatan, dan kesejahteraan karyawan dan keluarga mereka."

Dia mengatakan kebijakan yang mengurangi pantauan komunikasi elektronik di luar pekerjaan akan ideal. Ketika itu bukan pilihan, solusinya mungkin adalah dengan menetapkan batas-batas komunikasi elektronik yang dapat diterima selama di luar jam kerja.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa mengecek email kerja di rumah atau menerima telepon dari bos saat akhir pekan dapat merusak kesehatan. Penelitian lain terhadap 57 ribu orang menemukan bahwa lebih dari separuh orang bekerja di luar jam normal mereka.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang bekerja di malam hari dan akhir pekan lebih cenderung mengeluhkan insomnia, sakit kepala, kelelahan, kecemasan, dan masalah perut.

Masalah otot dan masalah kardiovaskular juga terkait dengan bekerja di luar jam normal. Para ilmuwan menyerukan aturan yang jauh lebih ketat untuk menghentikan pekerjaan menyerang kehidupan rumah tangga orang.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES