Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Sel Darah Merah Buat Diabetisi Rentan Masalah Kardiovaskular

Jumat 10 Agustus 2018 09:05 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Friska Yolanda

Sel darah yang terinfeksi oleh parasit malaria.

Sel darah yang terinfeksi oleh parasit malaria.

Foto: ABC
Sel darah merah pada penderita diabetes tipe 2 mengalami beberapa perubahan tertentu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penderita diabetes (diabetisi) tipe 2 diketahui lebih rentan mengalami kerusakan atau masalah kardiovaskular. Selain itu, proses pemulihan pada penderita diabetes tipe 2 juga cenderung lebih sulit ketika mengalami masalah kardiovaskular, seperti serangan jantung.

Selama ini belum diketahui secara jelas mengapa penderita diabetes tipe 2 memiliki dua kecenderungan ini. Akan tetapi, tim peneliti dari Karolinska Institute di Swedia berhasil menemukan jawabannya setelah melakukan serangkaian penelitian. Hasil penelitian ini dimuat dalam The Journal of the American College of Cardiology dan JACC: Basic to Translational Science.

Secara umum, tim peneliti mengungkapkan sel darah merah pada penderita diabetes tipe 2 mengalami beberapa perubahan tertentu. Perubahan inilah yang pada akhirnya berdampak pada risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi maupun melambatnya proses pemulihan setelah mengalami masalah kardiovaskular pada penderita diabetes tipe 2.

Pada jurnal pertama, disebutkan bahwa tim peneliti membuat pembuluh darah sehat terpapar oleh darah dari pasien diabetes tipe 2. Hasilnya, pembuluh darah yang semula sehat tersebut mengalami kerusakan yang berat.

"Mengalami kerusakan hingga lapisan sel terdalam mereka, sel endotel," ungkap salah satu peneliti Prof John Pernow seperti dilansir Medical News Today.

Pada jurnal kedua, tim peneliti menjelaskan bagaimana sel darah merah mempengaruhi kesehatan jantung sekaligus mempengaruhi keparahan dari kasus serangan jantung. Untuk itu, tim peneliti melakukan percobaan dengan menggunakan sampel sel darah merah dari tikus maupun pasien yang menderita diabetes.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan risiko kerusakan kardiovaskular pada penderita diabetes tipe 2 berkaitan dengan aktivitas abnormal dari enzim arginase. Arginase yang terlalu aktif ini dapat merusak produksi radikal bebas oksida nitrat. Dalam kondisi normal, radikal bebas oksida nitrat bermanfaat dalam membantu pembuluh darah untuk melebar. Arginase yang terlalu aktif juga turut meningkatkan produksi radikal bebas berbahaya di dalam sel darah merah.

Kedua temuan ini membantu tim peneliti untuk menemukan terapi yang cukup efektif untuk mencegah terjadinya masalah kardiovaskular pada penderita diabetes. Pernow mengatakan terapi yang menargetkan arginase maupun radikal bebas yang diturunkan dari oksigen dapat menormalisasi fungsi sel darah merah.

"Yang artinya, dampak membahayakan mereka terhadap fungsi kardiovaskular bisa dicegah," jelas Pernow.

Ke depan, Pernow dan tim peneliti berharap kedua temuan baru ini benar-benar dapat melahirkan terapi pencegahan yang baru bagi penderita diabetes tipe 2. Dengan begitu, risiko kardiovaskular pada penderita diabetes tipe 2 bisa diturunkan.

"Harapan kami adalah pengetahuan ini akan menghasilkan terapi-terapi baru, khususnya yang menargetkan sel darah merah, demi mencegah kerusakan pembuluh darah dan melindungi jantung dari serangan jantung pada pasien diabetes tipe 2," ujar Pernow. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jembatan Rubuh di Italia, Puluhan Tewas

Rabu , 15 Agustus 2018, 23:34 WIB