Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Perlukah Menghindari Konsumsi Keju? Ini Saran Para Ahli

Rabu 01 Agustus 2018 17:29 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Keju mozarela produksi Roselie Chesee.

Keju mozarela produksi Roselie Chesee.

Foto: dok Rosalie Cheese
Konsumsi keju adalah cara lezat dapatkan protein, kalsium dan vitamin B12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hampir semua orang menyukai roti panggang dengan tambahan keju didalamnya. Namun apakah keju menjadi bagian dari diet sehat?

Sebagian besar jenis keju mengandung garam dan lemak jenuh. Tetapi juga kaya protein dan kalsium, jadi apa yang terbaik? Menghindari keju atau mengonsumsinya?

Republika pun merangkum ulasan para ahli, dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (1/8). Pertama, ahli gizi dari University of South Australia Evangeline Mantzioris, menyatakan keju mengandung berbagai komponen bergizi yang perlu dipertimbangkan. Sebagian besar komponennya yakni kalsium, protein dan lemak jenuh juga dalam produk susu lainnya.

"Kalsium penting untuk mengurangi risiko osteoporosis, dan protein diperlukan untuk sintesis dan perbaikan jaringan. Keduanya memberikan manfaat yang jelas bagi kesehatan," tutur dia.

Hanya saja lemak jenuh dalam keju lebih kontroversial dalam hal perannya dalam perkembangan penyakit jantung. Tetapi konsensus dari penelitian besar disebutkan keju itu netral, artinya, tidak memiliki efek positif atau negatif.

Keju juga merupakan makanan fermentasi, mengandung bakteri atau ragi, yang berkontribusi pada mikrobioma sehat."Tetapi ingatlah bahwa satu porsi keju (40g) memiliki sekitar 500-650 kj. Jika Anda mencoba mengurangi berat badan atau memiliki penyakit jantung, lebih baik tanyakan kepada dokter Anda," ungkapnya.

Saran kedua berasal dari ahli nutrisi, Universitas Newcastle Clare Collins. Ia mengatakan seseorang yang alergi produk susu disarankan mengonsumsi keju. Makan keju dapat konsisten menjaga kesehatan yang baik, dan cara yang lezat untuk meningkatkan asupan protein, kalsium, dan vitamin B12.

Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada 2018 mengidentifikasi empat studi yang mengamati asupan keju, dan menemukan risiko penyakit jantung yang lebih rendah karena asupan keju meningkat. Mengonsumsi keju dalam jumlah sedang secara teratur dapat mempertahankan kesehatan yang baik.

Sementara itu Ahli nutrisi, Universitas New South Wales Rebecca Reynolds meyakini keju adalah makanan yang baik. Ini adalah sumber penting nutrisi bermanfaat untuk omnivora dan vegetarian, seperti kalsium. 

Di Amerika Serikat, hampir semua orang makan keju, kira-kira 17 kg per tahun. Sepertiga orang Australia mengonsumsi keju  kebanyakan keju keras, seperti cheddar.

Produk susu dan alternatifnya merupakan kelompok makanan inti yang direkomendasikan dalam Pedoman Diet Australia, ini disarankan bagi orang yang berusia dua tahun dan lebih untuk mengonsumsi alternatif rendah lemak (seperti keju cheddar rendah lemak).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jembatan Rubuh di Italia, Puluhan Tewas

Rabu , 15 Agustus 2018, 23:34 WIB